Tuesday, 26 March 2019
unik

“Musa Ingens”, Fenomena Pisang Raksasa Yang Hanya Ada Di Papua

Siapa nih yang suka makan pisang, hayoo ngaku aja deh? Secara ya buah pisang itu sangat enak dan bisa ditemukan dimana aja. Selain buahnya, batang serta daun pisang pun juga sangat bermanfaat. Ngomongin masalah pisang, pernah gak sih kamu ngeliat atau mendengar tentang pohon pisang raksasa yang bernama Musa Ingens? Nah, daripada penasaran seberapa besar pohonnya tersebut, yuk kita lihat sama-sama.

Asal Muasal Musa Ingens

Tentu saja semua orang tahu buah pisang, baik buah ataupun pohonnya. Pohon pisang bisa dikatakan menjadi ciri khas wilayah-wilayah tropis. Ada berbagai jenis pisang yang kita kenal, dari pisang ambon hingga pisang gendruwo. Tapi bagaimana dengan pisang Musa Ingens?

Musa Ingens adalah spesies pisang langka yang mencapai ukuran mengejutkan yang ditemukan pertama kali oleh Jeff Daniells. Musa Ingens adalah pohon pisang terbesar di dunia yang tumbuh di hutan Papua Barat, tepatnya di Kabupaten Pegunungan Arfak. Ini adalah spesies pisang tertinggi dan tanaman herba terbesar di dunia. Ukuran pisang Musa Ingens sangat mengesankan, karena pohon pisang ini dapat tumbuh hingga setinggi 15 meter, lingkar pangkal (bawah) batang semuanya dapat mencapai 2 meter. Sementara itu daun dapat mencapai panjang 5 meter dan lebar 1 meter. Itu pohon pisang yang sangat luar biasa dan benar-benar tak terduga.

Pegunungan Arfak adalah Kabupaten baru di Papua Barat yang dimekarkan pada 2012 dari Kabupaten Manokwari. Daerah yang 80 persen merupakan kawasan hutan konservasi ini memiliki cukup banyak kekayaan alam yang tidak dapat ditemukan di daerah lain.

Kepala Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati (Puslit Kehati) Universitas Papua (Unipa)Manokwari, Charly Heatubun, mengatakan Musa Ingens adalah tanaman endemik di pulau besar Papua atau wilayah New Guinea. Selain Pegunungan Arfak, lanjutnya, tanaman raksasa ini pun dapat ditemukan di Pegunungan wilayah Kabupaten Yapen, Puncak Jaya, Siklop Provinsi Papua serta beberapa dataran tinggi di Negara Papua New Guinea.

Jika berbuah, setandan pisang ini bobotnya bisa mencapai 60 kilogram dengan panjang perbuah 18 cm dan diameter 3-4 cm. Biji-bijinya berdiameter rata-rata 4-10 mm dan buahnya tidak layak dimakan seperti lazimnya pisang. Bunga pisang atau biasa disebut jantung pisang jenis ini menggantung sangat besar. Bunga bakal pisang bisa sepanjang 10 cm dan jantung pisang bisa berjumlah 20 sisir, masing-masing 16-25 bunga. Tidak heran begitu banyak orang yang terpesona dengan tanaman pisang ini.

Habitat Musa Ingens adalah hutan tropis dataran tinggi sekitar 1350-1800 meter di atas permukaan laut. Mereka beradaptasi untuk tumbuh di iklim dingin. Fitur Musa Ingens ini sepenuhnya dijelaskan oleh NW Simmonds tahun 1960, sementara Jeff Daniells mempopulerkan tanaman ini setelah kunjungan studinya ke Papua Nugini pada tahun 1989.

Buah Pisang Sebagai Obat Tradisional

Selain menakjubkan dibanding pohon pisang pada umumnya, buah pisang ini oleh masyarakat digunakan sebagai obat tradisional. Masyarakat meyakini bahwa buah pisang tersebut berkhasiat untuk mengobati beberapa jenis penyakit. Selain itu, pelepahnya pun bisa dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan. Selain ukurannya cukup lebar dan tebal, pelepah tersebut cukup kuat.

Pengembangbiakkan pisang Musa ingens sangat sulit. Di hutan alam, biji pisang biasanya berkembang sangat tidak teratur dan memerlukan waktu lama. Walaupun demikian, pengembangbiakkan melalui rekayasa manusia itu mungkin terjadi. Caranya adalah merendam biji pisang selama tiga hari dan sebaiknya air rendaman diganti saban hari. Benih sebaiknya ditanam di dalam pot berisi tanah lembab. Agar kelembaban bertahan, wahana pembibitan terbaiknya ditutupi atau dilindungi sehingga tidak langsung terpapar sinar terik matahari. Pada 2-3 minggu pertama, pertahankan suhu berkisar 15-18 derajat Celcius, kemudian dinaikkan menjadi 25-30 derajat C. Diperlukan waktu yang lama, bisa satu bulan bahkan mungkin lebih dari 1 tahun untuk melihat bijinya berkembang.

Pohon Yang Bisa Melawan Gravitasi

Charly mengungkapkan, selain pisang raksasa, Pegunungan Arfak pun memiliki satu jenis tanaman pisang yang hanya dapat ditemukan di daerah tersebut. Nama latin pisang ini adalah Musa Arfakiana Argent. “Umumnya tandan pisang itu menjuntai ke bawah mengikuti gravitasi bumi. Namun tandan dari pohon pisang Musa Arfakiana ini menjulur ke atas, tanaman ini endemik Pegunungan Arfak,” ujar dia.

Menurut dia, ada genetika tertentu yang membedakan pisang Musa Ingens dan Musa Arfakiana dengan pohon pisang pada umumnya. Hal ini merupakan keunggulan dari kekayaan hayati Pegunungan Arfak yang harus dilestarikan melalui upaya-upaya konservasi.

Pemerintah daerah bertekad mengembangkan daerah tersebut sebagai kabupaten pariwisata. Selain Musa Ingens dan Musa Arfakiana, daerah ini memiliki kekayaan hayati lain baik flora maupun fauna. “Kami punya dua danau Anggi Giji dan Anggi Gida, ada tempat penangkaran kupu-kupu, ada tempat pengintaian burung pintar dan burung cendrawasih,” kata Bupati Pegunungan Arfak Yosias Saroy yang dihubungi dari Manokwari.

Dia menyebutkan, kekayaan alam di daerah ini cukup melimpah, namun keterbatasan infrastruktur masih menjadi kendala sekaligus tantangan pembangunan daerah. “Sektor pertanian dan perkebunan pun menjadi salah satu prioritas pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami ingin mengembangkan konsep agrowisata,”ujarnya.

Nah, demikianlah penjelasan tentang pisang raksasa di atas tersebut, gimana? Apa kamu pernah mendengar tentang pisang di atas sebelumnya? Kalau kamu memang belum tahu, berarti dengan membaca artikel ini pengetahuan kamu dapat bertambah. Semoga bermanfaat ya…