Sunday, 20 August 2017
unik

Menikmati Sensasi Menginap Di Hotel Bawah Laut Dubai, Mau Coba?

Hai guys, kali ini yang akan kita bahas adalah negara Dubai. Dubai adalah negara yang terkenal sebagai salah satu negara minyak yang kaya. Kalau Jepang terkenal dengan keunikannya, sedangkan Dubai terkenal dengan bangunan-bangunan megahnya yang sangat mengagumkan. Gak cukup hanya membangun Burj Khalifa yang megah, akan tetapi Dubai juga membangun sesuatu yang baru. Kira-kira apalagi yang akan ditunjukkan oleh Dubai ya? Daripada penasaran, silahkan simak aja artikel di bawah ini.

Dubai Dulu Hanyalah Gurun Pasir

Siapa yang menyangka sebuah kota yang dulunya adalah gurun pasir kini menjadi surga bagi para turis. Ya, itulah Dubai. Dubai kini dinobatkan sebagai kota masa depan sekaligus kota yang diramalkan menjadi kota termewah di dunia. Kenapa bisa jadi kota termewah? Hanya dalam waktu yang tidak terlalu lama, Dubai menyulap wilayahnya yang semula gurun pasir tandus menjadi layaknya surga atau lebih tepatnya surga dunia.

Dubai adalah satu dari tujuh emirat dan kota terpadat di Uni Emirat Arab (UEA) yang nantinya bakal menjadi tempat termahal dan termegah di dunia. Hal tersebut tidak diragukan lagi karena adanya bukti nyata yaitu, beberapa bangunan megah yang ada di Dubai. Dulunya Dubai belum memiliki gedung-gedung tinggi pencakar langit. Tapi sekarang Dubai benar-benar berbeda. Malam hari pemandangan juga tampak lebih indah. Dihiasi lampu-lampu yang menguras tenaga listrik yang tidak sedikit.

Mengapa Dubai Menjadi Kota Yang Sangat Kaya?

Hampir semua orang tahu tentang Kota Dubai dan hamparan luas kekayaannya. Kota yang terletak di Uni Emirat Arab dan sangat identik dengan sumber daya alamnya yang berupa minyak bumi. Kebanyakan orang beranggapan bahwa Dubai menjadi kota kaya karena berada di Teluk Arab yang memiliki sumur minyak bumi yang melimpah. Namun anggapan kebanyakan orang itu salah, karena pendapatan kota itu ternyata berasal dari bisnis real estate, perusahaan penerbangan dan pelabuhan.

Produksi minyak bumi rupanya hanya menyumbang 7 persen saja dari total pendapatan negara itu, sedangkan sisa pendapatannya dari sektor investasi berat, industri dan lahan. Pemerintah Uni Emirat Arab dan Kota Dubai mulai mengadopsi metode Barat dalam pengembangan bisnis properti.

Dubai tidak akan mampu bertahan jika hanya fokus pada bisnis sektor sumber daya minyak bumi semata. Sehingga perlu bagi pemerintah dan pengusaha di kota ini memikirkan investasi pada sektor lainnya. Salah satunya adalah investasi dibidang real estate yang sekarang menjadi tulang punggung utama perekonomian Arab.

Pada tahun 2000, sebagian besar pembangunan properti mulai dikerjakan. Hal ini memberikan dorongan segar bagi perekonomian di kawasan itu dan benar-benar menyebabkan investasi real estate di kota tersebut berkembang pesat. Masih pada tahun 2000, dunia menyaksikan pembukaan Dubai Internet City. Hal ini mengundang banyak klien global dari berbagai negara mendukung usaha Dubai memanfaatkan teknologi. Kota itu benar-benar membebaskan pajak di sektor teknologi informasi sehingga hal ini menarik banyak investor.

Pada tahun 2003 banyak investor asing yang melirik potensi besar di Uni emirat Arab dan berencana berinvestasi di sana. Menariknya, negara itu memiliki aturan bahwa pemilik properti hanya bisa memiliki properti masing-masing dalam jangka waktu sembilan puluh sembilan tahun dan tidak ada sama sekali aturan yang disebut aturan freehold. Aturan itu tetap menarik minat investor, sehingga berdirilah bangunan Burj Khalifa yang dibangun oleh Emaar Properties, Dubai Marina, Jumeirah Village dan Burj Al-Arab yang merupakan hotel paling mahal dan merupakan bangunan tertinggi di dunia serta proyek-proyek lain yang pembangunannya tengah berlangsung.

Burj Khalifa adalah sebuah bangunan senilai $ 1,5 Miliar yang hingga tahun ini masih menempati sebagai bangunan tertinggi di planet Bumi. Sejak berdirinya bangunan ini, pendapatan Kota Dubai meningkat secara signifikan dalam sektor pariwisata. Lokasinya yang strategis dan menghubungkan Asia dan Eropa telah memastikan peluang bisnis yang menjanjikan untuk waktu yang lama bagi masa depan. Gimana gak keren dan sangat kaya, bener gak?

Hotel Bawah Laut Dubai Yang Megah

Dubai memiliki Burj Khalifa yang mewah, Dubai mall yang di dalamnya terdapat 1200 outlet, pulau buatan yang berbentuk pohon Palm, Dubai Dynamic Tower dan masih banyak lagi. Namun tidak berhenti disitu, saat ini Dubai siap membangun hotel bawah laut. Hotel bawah laut ini akan diberi nama The Water Discus Hotel. Desainnya sungguh futuristik menyerupai bangunan luar angkasa.

Hotel berbentuk cakram ini dirancang oleh Deep Ocean Technology (DOT). Tujuan pembangunan The Water Discus Hotel untuk menyuguhkan keindahan bawah laut Dubai bagi wisatawan. Lokasinya akan ditempatkan pada 10 meter di bawah permukaan laut. Bagian ini terdiri dari 21 kamar, bar dan ruang khusus untuk menyelam. Selain itu hotel ini juga dihubungkan oleh tiga pilar yang dilengkapi dengan lift dan tangga untuk membawa tamu melihat keindahan bawah laut. Sungguh menakjubkan bukan?

Hotel yang masih dalam tahap rancangan ini juga dilengkapi dengan teknologi pencahayaan khusus yang dapat menerangi alam sekitar laut. Terdapat fotografi mikro dalam tiap kamar untuk merasakan pesona laut yang ada di sekitarnya. Untuk membuat hotel mewah ini diperkirakan menghabiskan dana hingga USD 18 Miliar atau Rp 165 triliun. Hanya orang berduit yang bisa menginap di hotel yang digagas Pemimpin Dubai Mohammed bin Rashid Al Maktoum ini. Ya maklum saja, untuk menginap di hotel ini tarif per malam dibanderol mulai USD5.760 (sekitar Rp50 juta).

Amazing sekali bukan? Gimana menurut kamu guys kalau hotel bawah lautnya nanti sudah selesai, kira-kira kamu tertarik gak nginap di situ? Eits jangan lupa ya, kamu harus siapin pulus 50 juta lho untuk satu malam. Yap untuk satu malam saja, hmmm kalau dipikir-pikir bisa dapat 3 sepeda motor tuh hehehe. Okey sampai sini dulu ya, see you…