Monday, 20 November 2017
unik

Menakjubkan, Tusuk Gigi Ini Memiliki Harga 6,6 Juta Per Batang

Hai guys, kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya tusuk gigi. Ya, biasanya setiap rumah ataupun rumah makan pasti menyediakan tusuk gigi yang dipakai setelah makan. Hmmm apalagi setelah makan daging, pasti lidi kecil ini bakalan sangat dibutuhkan dan selain itu harganya murah dan juga mudah didapat.

Tapi, gimana kalau ada harga tusuk gigi yang sampai jutaan rupiah guys? Apa iya ada harga tusuk gigi segitu mahal? Seandainya kalau ada, mungkin harus mikir seribu kali lipat ya untuk membelinya. Pada penasaran kan semua gimana sih bentuk dari tusuk gigi jutaan rupiah tersebut? Yuki, langsung aja kita simak sama-sama artikel di bawah ini.

Awal Mula Munculnya Tusuk Gigi

Tusuk gigi adalah benda kecil dari kayu yang berfungsi sebagai pembersih sisa-sisa makanan seperti sayur-sayuran dan daging. Sisa makanan yang terselip di sela-sela gigi bisa membuat mulut jadi terasa tidak nyaman. Dengan adanya benda kecil ini kamu bisa mengatasinya hal tersebut.

Tusuk gigi biasanya mempunyai satu atau dua ujung yang tajam untuk disisipkan di antara gigi. Tusuk gigi telah ada dari ribuan tahun, bahkan mungkin sebagai alat tertua untuk membersihkan gigi. Tusuk gigi dikenal di semua budaya. Sebelum sikat gigi diciptakan, orang membersihkan giginya dengan kayu pembersih gigi yang keras maupun lembut.

Tusuk gigi sendiri dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang jauh berbeda dari era sekarang. Jika di era sekarang kebanyakan tusuk gigi terbuat dari kayu atau bambu maka pada awalnya bahan pembuatan tusuk gigi sendiri adalah ranting pohon yang belum memiliki bentuk seperti sekarang. Memasuki zaman perunggu, tusuk gigi pun menjadi salah satu barang yang tidak luput dari modifikasi.

Pembuatan tusuk gigi perunggu di zaman tersebut masih manual, di era tersebut pulalah tusuk gigi sempat menjadi barang mewah yang dimiliki oleh para pemimpin besar dunia, bahkan menjadi benda yang menunjukan status sosial seseorang. Di era itu pula mulai di kenal tusuk gigi yang bertahtahkan permata dan perhiadan mewah.

Lalu siapakah penemu tusuk gigi tersebut pertama kali? Orang yang berjasa dalam penemuan tusuk gigi ini adalah Charles Forster. Pria kelahiran Charlestown, Massachusetts tahun 1826 ini tumbuh di keluarga aristokrat Inggris. Di masa remaja, dia bekerja dengan pamannya yang menjalankan bisnis ekspor atau impor di Brazil.

Charles Forster benar-benar pelaku marketing yang cerdas. Saking cerdasnya, dia kerap disebut sebagai tenaga marketing yang bisa sukses menjual daging sapi kepada kaum vegetarian. Tentu ini hanya sekadar perumpamaan, karena kaum vegetarian tidaklah mengonsumsi daging. Perumpamaan ini dibuat untuk menunjukkan bahwa Forster mampu menjual sesuatu yang tidak bisa orang lain jual.

Setelah terinspirasi kebiasaan warga Brazil, Forster kemudian melihat bahwa tusuk gigi kayu memberinya peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Dari situlah dia lantas berpikir untuk bisa membuat tusuk gigi kayu dalam jumlah banyak dan dalam waktu singkat. Akhirnya Forster berpikir untuk membuat mesin pembuat tusuk gigi kayu karena saat itu memang revolusi industri sedang mencapai momentum terbaik.

Akan tetapi, ia bukan seseorang yang mampu membuat mesin sendiri lalu ia pun meminta bantuan kepada seseorang bernama Benjamin Franklin Sturtevant untuk menciptakan mesin pembuat tusuk gigi. Akhirnya berhasillah diciptakan mesin pembuat tusuk gigi yang mampu menghasilkan jutaan tusuk gigi dalam satu hari. Sturtevant seorang ahli mesin dari Boston memang merupakan seorang ahli mesin yang mumpuni, sebelumnya ia telah menciptakan mesin pembuat sepatu dengan alas kayu.

Tapi, itu bukanlah awal kesuksesan Forster. Kenapa? Karena ada masalah lain muncul, yaitu daya serap pasar yang masih terbatas di Boston. Pada waktu itu, jumlah tusuk gigi yang terjual masih sangat terbatas. Namun Forster tidak panik, ia mencoba mengatasi problem tersebut dengan cara menitipkan tusuk gigi buatannya di toko-toko eceran. Pemilik toko hanya membayar tusuk gigi yang laku terjual dan cara seperti ini bisa sedikit mendongkrak penjualan tusuk giginya.

Kemudian Forster menempuh cara lain untuk mendongkrak penjualan tusuk giginya. Dia meyakinkan kepada pemilik restoran bahwa tusuk gigi bisa menjadi bagian dari layanan yang bisa menarik konsumen. Bersamaan dengan itu dia menyewa beberapa orang untuk makan di restoran-restoran. Setelah makan, orang yang disewa ini wajib menanyakan tusuk gigi kepada pemilik restoran.

Dengan cara ini, pemilik restoran menjadi percaya bahwa tusuk gigi merupakan layanan yang harus diberikan kepada konsumen. Dari sinilah kemudian para pemilik restoran merasa perlu untuk membeli tusuk gigi kepada Forster.

Dari itulah tusuk gigi menjadi bagian dari gaya hidup konsumen restoran. Penggunaan tusuk gigi pun lantas menjadi sangat populer. Dalam waktu yang singkat, pasar tusuk gigi buatan Forster langsung meluas ke berbagai negara. Dari sinilah kemudian tusuk gigi benar-benar terbukti bisa menjadi bisnis besar hingga saat ini.

Manfaat Lain Tusuk Gigi

Tusuk gigi tidak hanya digunakan untuk membersihkan gigi setelah makan saja, akan tetapi ada manfaat lain dari tusuk gigi tersebut yang mungkin belum kamu ketahui seperti di bawah ini:

Menandai rasa makanan

Kamu bisa menggunakan tusuk gigi untuk menandai rasa makanan, misalnya untuk makanan yang pedas disajikan dengan tusuk gigi warna merah. Jadi saat lagi bikin acara potluck atau traktir teman, mereka tahu mana yang rasanya pedas dan mana yang enggak.

Pembatas selotip

Bisa dijadikan pembatas pada selotip, tempatkan tusuk gigi di bagian ujung selotip. Hasilnya, kamu akan memiliki penanda selotip yang gampang dikenali. Kamu tidak perlu kesal lagi kalau harus membuang waktu demi mencari ujung tape roll (solatip). Supaya tak buang-buang waktu dan akhirnya menjadi jengkel, tandailah ujung tape roll-mu dengan menggunakan sebatang tusuk gigi.

Menyalakan lilin

Saat menghidupkan lilin ulang tahun, kamu pasti sering terkena panas apinya bukan? Nah dengan begitu, kamu butuh bantuan tusuk gigi. Cukup bakar ujung tusuk gigi sampai menimbulkan nyala api, lalu nyalakan lilin pada kue ulang tahun menggunakan tusuk gigi dan dijamin jari bebas dari sengatan panas api.

Membersihkan ponsel

Ketika kotoran atau debu berada di antara tombol-tombol ponsel atau keyboard, celupkan tusuk gigi ke dalam alkohol lalu gunakan untuk membersihkan kotoran di sela-selanya. Trik ini juga bisa digunakan untuk menjangkau daerah yang sulit dibersihkan.

Memasang lem untuk payet

Jika kerajinan kamu menggunakan payet, tusuk gigi bisa membantu kamu agar tidak berantakan. Oleskan sedikit lem pada tusuk gigi untuk mengambil payet yang akan dipakai.

Agar kentang panggang jadi cepat matang

Rasanya bosan sekali kalau menunggu kentang panggang di dalam microwave yang tak kunjung matang. Tenang saja guys, dengan menusukkan 4 batang tusuk gigi pada bagian atas, bawah, kiri dan kanan kentang maka kentang panggangmu bisa lebih cepat matang. Panas dari gelombang microwave akan meresap secara maksimal sehingga kentang panggang favoritmu jadi matang sempurna.

Menjadi pembatas buku darurat

Ini mungkin salah satu fungsi tusuk gigi yang sering diabaikan. Nah saat membaca buku di cafe favorit dan lupa bawa pembatas buku, gunakan aja tusuk gigi yang dengan mudahnya bisa ditemukan di atas meja. Lalu, selipkan tusuk gigi di antara halaman buku.

Bahaya Menggunakan Tusuk Gigi

Untuk sebagian orang menggunakan tusuk gigi untuk membersihkan sisa makanan yang tersangkut di sela gigi. Namun tahukah kamu ada beberapa risiko kesehatan yang tersembunyi di balik kebiasaan membersihkan sisa makanan menggunakan tusuk gigi. Di bawah ini merupakan bahayanya menggunakan tusuk gigi terlalu sering:

Radang gusi

Tak jarang ketika menggunakan tusuk gigi justru membuat gusi berdarah. Seiring waktu dapat menyebabkan radang gusi dan penyakit lainnya, terutama jika ada bakteri dan kuman yang masuk ke dalam luka. Apabila tidak segera di obati dan ditangani dengan baik, maka dapat menyebabkan penyakit gusi yang parah.

Gigi menjadi renggang

Percaya atau tidak, kerapatan gigi dapat berkurang jika kamu menggunakan tusuk gigi. Ya, jika kamu sering membersihkan makanan yang menyelip di sela-sela gigi yang sama. Maka hal itu akan menciptakan ruang yang lebih besar antara satu gigi dengan gigi yang sebelahnya. Hasilnya gigi akan renggang dan kemungkinan besar makanan yang terselip menjadi lebih banyak.

Menyebabkan gusi berdarah

Ketika kamu terus membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi untuk menghilangkan bagian makanan yang tertinggal, hal itu akan menyebabkan perdarahan pada area gusi. Pasalnya ujung tusuk gigi yang tajam bisa menimbulkan luka di gusi yang merupakan jaringan lunak di dalam mulut yang tentunya sangat rawan.

Tusuk Gigi Dengan Harga Yang Wow

Jika tusuk gigi pada umumnya terbuat dari kayu dan dihargai sekitar Rp 5000 atau di bawah Rp 10000 per kotak, maka tusuk gigi ini lain dari biasanya. Dibuat dari emas 18 karat, tusuk gigi ini tentu saja bukan termasuk benda sekali pakai atau yang langsung dibuang setelah digunakan.

Waw jangankan untuk membuangnya, untuk membeli benda kecil tersebut pun mungkin harus berpikir berapa kali lipat deh. Sebuah perusahaan The House of Solid Gold telah menciptakan produk yang bisa kita bilang sebagai tusuk gigi termewah di dunia. Tusuk gigi ini benar-benar terbuat dari emas solid dan bukan sekadar berlapis emas.

Tusuk gigi sepanjang 60 milimeter ini dikreasikan oleh para pengrajin logam di Amerika Serikat dan memang bukan dimaksudkan untuk membersihkan sela-sela gigi. Lagian siapa sih yang mau menggunakan batangan dari emas itu untuk dikotori dengan sisa makanan? So, untuk apa dong?

Ternyata tusuk gigi ini dibuat sebagai hiasan meja makan, entah itu untuk ditempatkan di dekat rangkaian bunga di tengah-tengah meja maupun ditaruh di sepanjang runner sebagai dekorasi. Kira-kira berapa harganya ya guys? Harganya USD 500 atau sekitar Rp 6,6 juta per tusuknya. Per tusuk guys, gokil banget ya.

Ya demikianlah penjelasan tentang asal mula tentang tusuk gigi di atas tersebut serta tusuk gigi yang memiliki harga fantastis. Hmmm kira-kira ada gak ya yang berminat membelinya untuk dipakai dalam kehidupan sehari-hari di dalam rumah? Aduh ya ampun, sepertinya harus mikir ratusan kali lagi deh sebelum membelinya. Oke sampai sini dulu pembahasan kita ya guys, sampai jumpa lagiā€¦