Thursday, 20 September 2018
unik

Gak Cuma Jadi Penyedap Masakan, Ketumbar Juga Bisa Meredakan Polusi

Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata ketumbar? Masakan? Bumbu? Yap, semua yang kamu bilang itu memang benar. Tapi, apakah kamu mengetahui manfaat lainnya selain untuk memasak? Hayo pada penasaran kan? Ketumbar tersebut bisa digunakan untuk mengatasi polusi tanah lho. Gak percaya? Silahkan simak artikel di bawah ini.

Tanaman  Ketumbar

Ketumbar merupakan rempah-rempah yang sering digunakan untuk masakan yang bentuknya kecil berukuran 1-2 mm. Pertama-tama dikeringkan terlebih dahulu lalu dijual. Dalam perdagangan obat, ketumbar dinamakan “fructus coriandri”. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai coriander dan di Amerika Latin dikenal sebagai Cilantro. Tumbuhan ini berasal dari Eropa Selatan dan sekitar Laut Kaspia.

Berbagai jenis masakan tradisional Indonesia kerap menggunakan bumbu berupa biji berbentuk butiran beraroma keras yang dinamakan ketumbar. Dengan tambahan bumbu tersebut, aroma masakan akan lebih nyata dan begitu lezat. Tak hanya bijinya saja yang sering digunakan dalam masakan. Daunnya yang majemuk seperti seledri itu sering diiris tipis dan dijadikan taburan dalam masakan seperti sup dan salad khas Thailand. Di negara itu, ketumbar diberi nama “phak chee”. Sama dengan bijinya, daun ketumbar juga beraroma tajam.

Biasanya tumbuhan ini ditanam di kebun-kebun daerah dataran rendah dan pegunungan. Seperti halnya seledri, tumbuhan ini hanya mencapai ketinggian satu meter dari tanah. Daunnya hijau dengan tepian bergerigi sedangkan untuk bunga-bunganya berbentuk payung bersusun berwarna putih dan merah muda. Untuk buah, bentuknya hampir bulat berwarna kuning bersusun, Kalau matang buahnya mudah dirontokkan. Setelah itu buahnya dikeringkan.

Tanaman ini juga dikenal sebagai ketumbar atau peterseli Cina yang merupakan ramuan tahunan di keluarga Apiaceae. Semua bagian tanaman dapat dimakan, namun daun segar dan biji kering adalah bagian yang paling tradisional digunakan dalam memasak.

Ketumbar berasal dari daerah-daerah yang membentang dari Eropa selatan dan Afrika utara sampai Asia barat daya. Ini adalah tanaman lunak yang tumbuh setinggi 50 cm (20 inci). Daunnya memiliki bentuk yang bervariasi , melebar luas di dasar tanaman dan ramping dan berbulu lebih tinggi pada batang pembungaan.

Daunnya memiliki rasa yang berbeda dari biji yaitu dengan nuansa jeruk. Beberapa orang mungkin secara genetik cenderung menemukan daun untuk memiliki rasa sabun yang tidak enak atau aroma yang rata. Daunnya yang segar adalah ramuan pada banyak makanan di Asia Selatan, dalam masakan Cina dan Thailand dalam masakan Meksiko, terutama di salsa dan guacamole dan sebagai hiasan dan di salad di Rusia dan negara-negara CIS lainnya. Di Portugal, ketumbar cincang digunakan dalam sup roti Açorda dan di India, ketumbar cincang adalah hiasan pada masakan India seperti dal. Daun ketumbar sering digunakan mentah atau ditambahkan ke piring sebelum disajikan. Dalam resep India dan Asia Tengah, daun ketumbar digunakan dalam jumlah besar dan dimasak sampai rasanya berkurang. Daunnya rontok dengan cepat saat dikeluarkan dari tanaman dan kehilangan aroma saat dikeringkan atau dibekukan.

Dengan mudah ketumbar dapat diperoleh diberbagai pusat perbelanjaan. Masyarakat tidak perlu lagi menggerus ketumbar untuk mendapatkan bubuknya. Umumnya mereka telah menjual bubuk ketumbar. Malahan masyarakat akan lebih sulit jika mencarinya dalam bentuk butiran kasar. Cara menyimpan ketumbar juga sangat mudah karena hanya perlu dimasukkan dalam wadah bersih saja. Daya tahanya juga bisa bertahan lama kok, jadi gak usah khawatir ya.

Ampuh Meredakan Polusi

Polusi yang terjadi di kota-ko meliputi tiga hal besar yaitu udara, air dan tanah. Tempat pembuangan sampah kota dan pabrik jadi contoh penghasil limbah logam berat seperti timbal, tembaga, arsenik, kadmium dan merkuri yang membuat tanah tercemar.

Tahukah kamu bahwa tumbuhan tersebut merupakan jawaban masalah polusi pada tanah? Ya, tanaman rempah ini diklaim sebagai bahan “biosorbent” atau penyerap biomassa yang menjanjikan untuk membersihkan logam-logam berat yang masuk ke air tanah dari berbagai pabrik di negara berkembang. Sungguh menakjubkan bukan?

Para ilmuwan mengatakan Cilantro, rempah ketumbar ini favorit bagi masakan di Meksiko dan Asia Tenggara, didapati sebagai bahan “biosorbent” atau penyerap biomassa yang menjanjikan untuk membersihkan logam-logam berat yang masuk ke air tanah dari berbagai pabrik di negara berkembang.

Dikenal juga sebagai peterseli Thailand dan ketumbar, Cilantro murah dan melimpah di beberapa negara yang paling tercemar di dunia. Di mana tempat-tempat pembuangan sampah kota dan pabrik-pabrik memproduksi banyak limbah berbahaya seperti timbal, tembaga, arsenik, kadmium dan merkuri. Teknologi yang lebih canggih telah digunakan di negara-negara Barat untuk membersihkan limbah logam berat, termasuk penggunaan karbon aktif yang mahal.

Douglas Schauer sebagai kepala program pemimpin sejumlah mahasiswa di Tula Valley di dekat Mexico City mencari bahan murah dan berlimpah yang dapat digunakan untuk menyaring limbah polusi industri di air tanah. Mereka menguji sejumlah tanaman liar berlimpah yang dapat dikeringkan dan dihancurkan.

“Kemudian kami masukan ke dalam larutan air yang mengandung sejumlah timbal. Logam yang kita gunakan dalam pengujian ini. Dikocok sedikit dan kemudian kita membiarkan partikel-partikel mengendap kemudian kita menguji air itu untuk melihat berapa banyak timbal yang masih tersisa,” papar Schauer.

Schauer mengatakan uji-coba dari para siswanya menunjukkan ketumbar merupakan salah satu tanaman yang paling efektif untuk menyerap timbal dari air yang tercemar. Dengan temuannya ini Schauer yakin daun ketumbar kering suatu hari nanti bisa dikemas seperti sekantong teh atau dapat digunakan sebagai penyaring air untuk menyerap logam berat.

Itu dia tanaman ketumbar dengan berbagai macam kegunaan, semoga saja artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan kamu ya. Sampai jumpa lagi…