Sunday, 26 May 2019
pengetahuan

Stop, Ternyata Menonton Video Porno Bisa Merusak Otak

Di zaman sekarang ini, untuk mengakses video porno itu hal yang sangat mudah. Tanpa disadari video porno atau apapun yang berhubungan dengan hal pornografi dapat membawa dampak negatif. Banyak kasus kriminal yang terjadi berkaitan dengan pornografi. Dan hal yang paling menakutkan adalah kalau video porno tersebut mengakibatkan kerusakan pada otak. Untuk lebih jelasnya lagi, mari kita simak ulasannya.

Apa Itu Pornografi?

Pornografi adalah penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksualitas manusia secara terbuka (eksplisit) dengan tujuan membangkitkan birahi (gairah seksual), pornografi berbeda dari erotika. Dapat dikatakan bahwa pornografi adalah bentuk ekstrem/vulgar dari erotika. Erotika sendiri adalah penjabaran fisik dari konsep-konsep erotisme. Kalangan industri pornografi kerap kali menggunakan istilah erotika dengan motif eufemisme namun mengakibatkan kekacauan pemahaman di kalangan masyarakat umum.

Pornografi dapat menggunakan berbagai media teks tertulis maupun lisan, foto-foto, ukiran, gambar, gambar bergerak (termasuk animasi) dan suara seperti misalnya suara orang yang bernapas tersengal-sengal. Film porno menggabungkan gambar yang bergerak, teks erotik yang diucapkan dan/atau suara-suara erotik lainnya sementara majalah seringkali menggabungkan foto dan teks tertulis. Novel dan cerita pendek menyajikan teks tertulis, kadang-kadang dengan ilustrasi, suatu pertunjukan hidup pun dapat disebut porno.

Film Porno Dapat Merusak Otak

Dari total pencarian dengan semua keyword di internet, 25 persen diantaranya atau sekitar 68 juta setiap harinya berhubungan dengan pornografi. Hal tersebut dapat dijadikan acuan pernyataan bahwa manusia di era internet sangat mudah atau juga sudah menjadi seorang pecandu konten porno di internet.

Kecanduan pornografi (bf atau film biru) berefek riil pada jaringan otak. Tidak dapat dipungkiri, pornografi menyebabkan kecanduan. Contoh sederhana adalah ketika kita menyaksikan sebuah film porno, suatu saat pasti ada keinginan untuk menontonnya lagi dan lagi.

Hasil temuan neurologis dari University of Groningen Medical Center Belanda Gert Holstege mengungkapkan terlalu banyak menonton video porno dapat mengakibatkan bagian otak yang memproses rangsangan visual tidak berfungsi. Kegiatan melihat film atau melakukan kerja visual menurut Holstege, umumnya mengalirkan darah tambahan ke otak.

Namun Holstege mengatakan ketika seseorang sedang melihat tayangan seksual secara eksplisit, tidak dibutuhkan kehati-hatian dan kejelian. Karena kamu tahu secara tepat apa yang terjadi dan tidak peduli apakah pintu itu berwarna hijau atau kuning, kata Holstege. Holstege mengatakan otak seseorang dapat menjadi cemas atau terangsang atau tidak merasakan apapun ketika melihat film porno, tapi dia tidak merasakan kedua perasaan itu (cemas dan terangsang) sekaligus.

Ketika menonton film porno, produksi dopamin akan meningkat sehingga membuat suasana hati bahagia. Akan tetapi, jika terlalu sering justru dapat menurunkan sensitifitas otak terhadap rangsangan seksual. Otak akhirnya membutuhkan lebih banyak dopamin untuk bisa terangsang secara seksual. Dengan begitu seseorang pun akan memiliki keinginan lebih banyak untuk menonton film porno.

Kerusakan Otak Akibat Pornografi

Menurut penelitian yang dipublikasikan di JAMA Psychiatry tahun 2014, menonton pornografi secara teratur dapat menumpulkan respon terhadap rangsangan seksual dari waktu ke waktu. Sementara itu, menurut sebuah penelitian tahun 2011 yang diterbitkan dalam Psychology Today jika terlalu sering menonton film porno, pria atau wanita akan membutuhkan pengalaman seksual yang lebih ekstrem untuk bisa terangsang. Mereka akan sulit terangsang jika hanya melakukan hubungan seksual biasa. Peneliti menyimpulkan, pornografi dapat menciptakan generasi muda yang putus asa di kamar tidur.

Ahli Bedah Otak dari AS, Dr. Donald Hilton Jr mengatakan bahwa pornografi sesungguhnya merupakan penyakit karena dapat mengubah struktur dan fungsi otak atau dengan kata lain merusak otak. Terjadi perubahan fisiologis ketika seseorang memasukkan gambar-gambar pornografi lewat mata ke otaknya. Dr. Mark Kastelmen memberi nama pornografi sebagai visual cocain atau narkoba lewat mata. Bagian otak yang paling dirusak adalah pre frontal cortex (PFC) yang membuat seseorang sulit membuat perencanaan, mengendalikan hawa nafsu dan emosi serta mengambil keputusan dan berbagai peran eksekutif otak sebagai pengendali impuls-impuls.

Pecandu Pornografi Lebih Parah Dibandingkan Dengan Pecandu Narkoba

Bila kecanduan narkoba mampu merusak tiga bagian otak, maka penggunaan materi pornografi yang berketerusan atau kecanduan mampu merusak lima bagian otak. Dalam sebuah penelitian, seorang peneliti mengatakan bahwa lebih susah untuk menghilangkan kecanduan konten pornografi (khususnya yang dari internet), dibandingkan kecanduan narkoba.

Ketika seseorang telah menjadi pecandu konten pornografi, maka ada satu protein yang terbentuk alami di dalam tubuh yaitu yang disebut dengan DeltaFosB. Akumulasi dari DeltaFosB ini akhirnya memicu perubahan dalam otak secara perlahan-lahan. Pernyataan serupa juga datang dari seorang ahli saraf dari Universitas California, Dr. Gary Lynch yang mengatakan bahwa ketika adegan porno ditangkap oleh mata manusia, maka secara otomatis akan direspon dan diteruskan ke dalam lapisan struktur dalam otak. Hanya melihat konten atau video porno dalam waktu setengah detik saja, maka dalam waktu lima sampai sepuluh menit akan menghasilkan perubahan struktural yang dapat merusak otak. Hal inilah yang menyebabkan video porno bisa merusak otak.

Gimana menurut kamu setelah membaca artikel di atas? Masih tertarik untuk melihat video porno lagi? Hmmm mungkin hanya kamu sendirilah yang tau ya, hehe…