Monday, 20 November 2017
Info

Tahukah Kamu Kalau Nasi Sisa Mengandung Racun? Yuk, Simak Penjelasannya

Nasi merupakan makanan pokok orang Indonesia, kalau belum makan nasi rasanya masih ada yang kurang dan masih terasa lapar meskipun udah makan makanan lain. Namun terkadang dalam setiap rumah pasti ada yang masak nasi berlebih sampai hari besoknya pun masih tetap ada, nah kamu tau gak sih kalau nasi sisa semalam itu bisa menyebabkan kita keracunan? Atau jangan-jangan kamu gak tau ya? Untuk mendapatkan informasi lebih jelasnya lagi, mari kita simak sama-sama artikel di bawah ini.

Makanan Pokok Masyarakat Indonesia

Beras adalah bulir padi yang sudah terpisah dari sekamnya. Mengolah padi sampai menjadi beras harus melewati tahapan menumbuk gabah dengan menggunakan lesung, gabah yang terkelupas kulitnya itulah yang dinamakan beras. Beras yang sering kita konsumsi ini berwarna putih dan memiliki ukuran yang sangat kecil.

Beras memiliki beberapa jenis dan warna yaitu, beras merah, beras hitam dan beras ketan. Beras tersebut memiliki ukuran yang lebih kecil dari beras putih pada umumnya dan untuk beras ketan memiliki warna yang lebih transparan daripada beras putih. Selain itu, dalam beras juga mengandung vitamin, protein, mineral dan air.

Beras yang mengandung karbohidrat ini sangat dibutuhkan untuk kamu yang memiliki banyak aktivitas karena karbohidrat berguna sebagai pemasok energi untuk tubuh. Beras umumnya tumbuh sebagai tanaman tahunan, tanaman padi dapat tumbuh hingga setinggi 1 – 1,8 m. Daunnya panjang dan ramping dengan panjang 50 – 100 cm dan lebar 2 – 2,5 cm. Beras yang dapat dimakan berukuran panjang 5 – 12 mm dan tebal 2 – 3 mm.

Beras tidak mengandung kolesterol atau gluten sehingga baik bagi seseorang yang memiliki alergi terhadap gluten. Secara alami beras mampu bertahan selama bertahun-tahun, karenanya beras tidak memiliki bahan aditif atau pengawet. Beras mengandung delapan asam amino yang membuatnya menjadi sumber protein yang baik.

Memilih dan menyimpan beras dengan benar dapat mempengaruhi rasa dan kualitas beras yang dimasak. Beras yang tidak memiliki kualitas yang baik biasanya terjadi saat memilih. Jika kualitas beras yang dimiliki baik maka akan menghasilkan nasi yang enak dan tidak bau.

Nasi Sisa Mengandung Racun

Setiap rumah masyarakat Indonesia sudah pasti ada nasi di dapurnya. Kebanyakan sih dalam satu hari nasi tidak pernah habis dan keesokan harinya dipanaskan lagi. Seringkali kita memasak nasi dalam jumlah banyak dan menyimpannya sebagai persediaan untuk seharian atau bahkan beberapa hari. Karena sayang untuk dibuang, membuat kita kadang tak masalah makan nasi sisa. Tapi, tahukah kamu kalau kebiasaan tersebut bisa membahayakan kesehatan kita? Lalu apa alasannya?

Meski hal ini merupakan kebiasaan yang sudah umum dan lazim dilakukan oleh masyarakat Indonesia, namun kebiasaan ini ternyata memiliki bahaya tersendiri. Menurut sebuah penelitian, memakan nasi sisa atau nasi yang sudah disimpan terlalu lama dalam suhu ruang dapat mengakibatkan keracunan makanan.

Walaupun sudah dimasak dengan benar dan sampai tanak, tetapi masih terdapat organisme yang bertahan pada nasi. Beras mengandung Bacilus cereus, ini merupakan bakteri yang menyebabkan kamu jadi keracunan makanan. Nah, bakteri tersebut kadang masih bisa bertahan walaupun sudah dimasak. Saat nasi yang sudah masak ternyata tersisa dan simpan di suhu ruangan dalam waktu yang cukup lama maka bakteri bakal tumbuh. Dan bakteri itu bakal berkembangbiak sampai berkali-kali lipat dan menjadi racun yang bikin kamu sakit perut, muntah dan diare.

Walaupun Bacillus Cereus adalah organisme yang banyak ditemukan di tanah dan makanan, namun beberapa varian dari organisme ini dapat menjadi berbahaya bagi manusia dan menyebabkan keracunan. Pada beras, Bacillus Cereus banyak ditemukan. Setiap harinya ada ratusan ribu kasus yang dilaporkan terjadi karena kasus Bacillus cereus.

Maka sangat penting untuk kita tahu bagaimana cara menyimpan nasi dengan cara yang benar dan bisa memanaskannya kembali agar kita terhindar keracunan makanan. Untuk menghindari keracunan, kamu bisa menyimpan nasi dalam mesin pendingin dalam selang waktu dua jam setelah dimasak atau jika tidak suka nasi dingin, kamu bisa menyimpannya dalam suhu panas lebih dari 63 derajat celsius dan juga dapat menghindari perkembangbiakkan Bacillus Cereus dalam nasi sisa.

Menyimpan nasi dalam suhu panas atau dingin terbukti dapat menghambat perkembangan organisme berbahaya ini. Jika nasi yang sudah didinginkan hendak dimakan kembali, maka kita dapat menghangatkannya kembali sebelum mengonsumsinya. Akan tetapi nasi yang telah didinginkan hanya dapat dipanaskan sebanyak satu kali saja.

Walaupun begitu, sepertinya banyak penduduk Indonesia yang masih aman-aman saja makan nasi sisa yang dimasak hari sebelumnya. Kita yang berada di Indonesia tampaknya sudah mengembangkan kemampuan resistensi terhadap Bacillus Cereus. Akan tetapi, kamu juga harus tetap hati-hati agar tidak mengalami keracunan atau sakit perut. Kamu harus menyimpan nasi pada suhu ruang agar nasi tidak berubah menjadi racun.

Demikianlah penjelasan di atas tersebut dan semoga kamu sudah memahaminya. Sekarang kamu sudah tau kan kalau memanaskan nasi dengan cara yang tidak benar, maka kamu bisa mengalami keracunan. Mungkin di zaman sekarang ini untuk memasak nasi atau memanaskan nasi sudah lebih mudah dengan adanya rice cooker tetapi jangan lupa kalau ingin menyimpan nasi sisa, kamu bisa melakukan hal yang sudah disebutkan di atas. Sampai di sini dulu pembahasan kita ya, see you…