Thursday, 20 September 2018
Info

Apakah Latah Memiliki Dampak Negatif? Simak Disini Penjelasannya

Mendengar kata LATAH” bukanlah hal yang asing lagi bagi masyarakat Indonesia, karena sebagian orang mengalaminya. Sebenarnya latah tersebut suatu penyakit atau kebiasaan ya? Apakah itu hal yang menyiksa? Kenapa orang latah suka terkejut dan mengulangi kata-kata orang yang membuatnya kaget? Nah daripada penasaran, yuk kita simak sama-sama artikel ini untuk mendapatkan jawabannya.

Pengertian

Latah merupakan suatu kondisi unik di mana penderitanya menunjukkan perubahan kualitas kesadaran dan abnormalitas tingkat sugestibilitas. Biasanya orang yang menderita gangguan ini akan merespon kekagetan mereka dengan gerakan tubuh tertentu atau menyebut kata-kata spontan tertentu. Parahnya lagi, seseorang yang mengidap latah sering kali mengucapkan kata-kata jorok yang seharusnya tak patut di ucapkan seperti mengucapkan organ kemaluan.

Selain berucap secara spontan, penderita latah juga sering melakukan hal-hal yang tak wajar. Misalnya menuruti semua perintah yang diberikan secara tidak sadar dan spontan. Menurut sebagian orang, latah merupakan hal yang lucu karena jika dikagetkan maka akan menirukan perkataan atau gerakan orang yang mengagetkan. Sebab itulah mereka sering menjadi obyek canda dan bahan lelucon.

Padahal orang yang latah itu bisa membahayakan orang yang ada disekelilingnya karena mereka bisa saja melompat, menjerit, memukul hingga melempar sesuatu. Respon ini terjadi sangat cepat, natural dan tanpa disengaja atau direncanakan terlebih dahulu terhadap stimulus yang menyebabkannya.

Sejauh ini para penderita latah hanya ditemukan di kawasan Asia Tenggara saja dan parahnya lagi Indonesia termasuk negara penderita latah terbanyak. Di kawasan Melayu seperti Malaysia, Brunei, Singapore dan Burma mereka menyebutnya “young-dah-the” di negara lainnya seperti Thailand mereka menyebutnya “bahyschi” dan Philipines “mali and silok”.

Macam-macam latah:

  1. Ekolalia : mengulangi perkataan orang lain
  2. Ekopraksia : meniru gerakan orang lain
  3. Koprolalia : mengucapkan kata-kata yang dianggap tabu/kotor
  4. Automatic obedience : melaksanakan perintah secara spontan pada saat terkejut, misalnya ketika penderita dikejutkan dengan seruan perintah seperti “tiarap” atau “lompat”, ia akan segera melakukan perintah itu.

Untuk lebih jelasnya lagi, berikut penjelasannya:

  • Ekolalia

Ekolalia merupakan latah dengan mengulangi perkataan orang lain. Umumnya ekolalia terjadi karena sistem indera yang dimiliki terutama mata, mulut, dan telinganya mengalami gangguan. Orang yang memiliki latah jenis ini biasanya mengalami kesulitan untuk dikontrol.

  • Ekopraksia

Jika ekolalia mengulangi perkataan orang lain, ekopraksia adalah reaksi latah yang menirukan gerakan orang lain. Latah jenis ekopraksia dianggap lebih parah dari ekolalia karena sudah melibatkan perilaku orang yang memiliki latah tersebut.

  • Koprolalia

Koprolalia merupakan kondisi di mana seseorang yang latah selalu mengucapkan kata-kata yang dianggap tabu atau kotor. Orang dengan latah jenis ini biasanya sangat terpengaruh oleh faktor lingkungan. Sebab, beberapa orang masih sering menjadikan latah koprolalia sebagai objek candaan.

  • Automatic Obedience

Kondisi latah automatic obedience bisa dibilang cukup berbahaya. Orang yang memiliki latah jenis tersebut dapat melaksanakan perintah yang disampaikan orang lain secara spontan. Meskipun perintah yang diberikan berbahaya, bukan tidak mungkin dia akan tetap melakukan perintah tersebut. Satu orang bisa memiliki lebih dari satu jenis latah. Latah bisa menimbulkan reaksi bermacam-macam, karena adanya alasan yang berbeda yang melatarbelakangi latah tersebut.

Apakah latah penyakit atau hanya suatu kebiasaan? Latah dapat dikategorikan sebagai penyakit yang berkaitan dengan kondisi psikologis seseorang. Akan tetapi, sempat terjadi perdebatan di kalangan ahli terkait latah tersebut.

Ada yang menduga latah merupakan suatu kelainan di otak, ada pula yang menganggap latah adalah kebiasaan normal. Sehingga diadakan penelitian untuk mengetahui kondisi otak si pelatah. Dan ternyata, tidak ditemukan gangguan apa pun. Jadi disimpulkan bahwa latah bukanlah suatu penyakit.

Lalu apa yang menyebabkan seseorang menjadi latah? Salah satu teori menyebutkan bahwa kelainan ini terjadi sebagai respon dalam kondisi ekstrem terhadap sesuatu yang dipengaruhi faktor budaya. Namun, sejauh ini belum ada penelitian dan penjelasan medis yang mendukung penyebab dari gangguan ini. Akan tetapi, kondisi ini sering kali dikaitkan dengan kelainan neuropsikiatrik. Hal ini dikarenakan terkejutnya orang latah dianggap berlebihan dan tidak sewajarnya.

Selain itu, tidak jarang ditemukan seseorang yang awalnya tidak latah, akan tetapi menjadi latah karena sering bergaul dengan orang yang latah. Sebenarnya suatu keadaan psikologis, latah tidak dapat langsung menular kepada orang lain. Kalau kita berinteraksi lama dengan sahabat kita dan mulai mengidentifikasi dengan orang tersebut, maka secara perlahan tanpa disadari kita meniru semua tingkah signifikan tersebut.

Ada pula latah yang tujuannya hanya untuk menarik perhatian lingkungannya atau agar ia diterima dalam suatu komunitas. Dengan kata lain, hal tersebut merupakan latah palsu atau yang dibuat-dibuat. Latah yang semacam ini terkadang membuat orang lain merasa terganggu dan ada juga yang menganggapnya hal yang menyebalkan.

Bagaimana membedakannya? Ketika orang dikageti, biasanya rasa kaget itu diwujudkan oleh orang latah dalam bentuk kata-kata. Bahkan, kata-kata kotor pun tak jarang terlontar. Nah, cara tepat untuk membedakan mana latah yang asli dan mana yang palsu bisa dilakukan dengan satu cara yakni observasi.

Maksudnya begini, biasanya akan kelihatan kalau misalnya pura-pura itu dia akan mengontrol tingkah lakunya dan dia akan melakukannya di momen-momen tertentu saja. Namun yang pasti, penderita latah itu sering mengalami bullying, ejekan, rasa malu dan stres sampai penolakan dari lingkungan sekitarnya. Dan jelas masalah ini tidak dapat didiamkan begitu saja bukan?

Dampak Negatif Untuk Orang Latah

Latah sangat menyiksa jika mengobservasi orang yang mengalaminya. Mereka kelihatan sangat terganggu dengan segala tingkah lakunya yang repetitif baik dari segi verbal maupun motorik. Apalagi ada yang sengaja suka membuat mereka terkaget-kaget, maka mereka akan terbiasa menjadi latah. Berikut ini dampak untuk orang yang latah:

  • Jangan harap menemukan hal-hal baru jika budaya ini terlanjur menjadi akut. Semua orang akan memilih untuk seragam ketimbang bersusah payah membuat hal yang sama sekali lain daripada yang lain. Bisa-bisa slogan kita akan berubah dari “walaupun berbeda namun tetap satu jua”menjadi “walaupun satu asalkan berbeda-beda”.
  • Membuat komunikasi dan tingkah laku kelihatan kurang etis jika menderita latah.
  • Jika terjadi pada anak, akan menjadi ajang cemoohan bagi teman-temannya sehingga anak akan menarik diri dari pergaulan sosialnya atau minder.
  • Mengekang Kreatifitas. Karena kita sudah terbiasa untuk meniru orang lain, berbuat seperti orang lain bertingkah laku. akhirnya kita kehilangan daya untuk “mencipta” hal-hal yang baru yang lebih segar dan kita akan mapan dengan kejumudan. “be a leader dont be a follower”.

Benarkah Hanya Perempuan Saja Yang Mengalaminya?

Dalam kehidupan sosial, perempuan memang lebih banyak mengalami latah. Adapun laki-laki yang mengalami latah, jumlahnya lebih sedikit dibandingkan perempuan. Umumnya, laki-laki yang mengalami latah juga memiliki kecenderungan bersikap agak feminim atau agak kewanita-wanitaan. Kenapa?

Berdasarkan tinjauan psikologis, kaum perempuan lebih bersifat “drama queen” dan sensitif terhadap hal atau keadaan yang menyentuh perasaannya. Salah satu tanda yang berhubungan dengan kelatahan perempuan adalah kaum perempuan lebih senang dirinya menjadi pusat perhatian sehingga kadangkala perempuan bertindak jauh di luar nalar logisnya.

Mereka mau melakukan apapun untuk bisa diterima oleh lingkungannya. Mereka sengaja atau ikut-ikutan latah agar diterima dan diakui oleh komunitasnya. Tak hanya itu saja, yang menarik dari penyakit latah ini adalah penderitanya umumnya berada pada level usia dewasa awal, yaitu sekitar 18 tahun ke atas.

Hal tersebut sangat bertolak belakang dengan laki-laki, kenapa? Mereka cenderung lebih jarang mengalami gangguan kepribadian tersebut, karena para pria lebih cuek daripada wanita. Pria juga lebih menggunakan pikiran rasional dibandingkan emosional. Kebanyakan pria akan mencari sisi logis dari segala permasalahan yang ada.

Apakah Latah Bisa Diatasi?

Untuk menyembuhkan latah, lingkungan memang harus berempati. Bayangkan saja kalau orang yang mengalami latah terus-terusan dikejutkan oleh orang yang tinggal bersama mereka, mungkin latah pun tidak akan hilang. Ada penderita latah yang sembuh sendiri setelah berkeluarga dan hidup tenang.

Selebihnya, penderita dianjurkan melakukan latihan relaksasi, meditasi dan konsentrasi secara rutin. Kegiatan ini akan membantu penderita menuju kesembuhan. Dan sering-seringlah melakukan aktivitas menyenangkan yang tidak membuat stres.

Selain itu, kamu juga bisa mengikuti beberapa tips di bawah ini untuk menghilangkan latah kamu:

  • Pendekatan Diri dan Lingkungan

Sebenarnya menghilangkan kebiasaan latah tidaklah mudah. Sudah banyak ahli yang menganjurkan penderita latah untuk berobat ke dokter, psikiater atau psikolog. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan hipnoterapi.

  • Hipnoterapi

Dalam sekali terapi selama 1-2 jam, kebiasaan latah biasanya sudah hilang sepenuhnya. Karena dengan hipnoterapi kami bisa langsung menjangkau sumber kebiasaan latah, yaitu pikiran bawah sadar. Dengan demikian kami bisa merubah perilaku kebiasaan latah yang tertanam di pikiran bawah sadar. Selain itu, kamu juga akan diberi sugesti agar tetap tenang ketika mengalami peristiwa yang mengagetkan.

  • Relaksasi

Penyembuhan dengan cara relaksasi dan meditasi serta konsentrasi secara rutin. Kegiatan ini akan membantu penderita menuju kesembuhan. Seseorang yang latah harus sering melakukan aktivitas menyenangkan yang tidak membuat stres. Karena para penderita latah memerlukan ketenangan.

  • Menahan Diri

Sebisa mungkin menahan untuk tidak mengikuti perkataan dan perbuatan orang lain ketika dikejutkan. Hal ini bisa dilatih karena umumnya latah terjadi berkali-kali karena dikejutkan orang lain secara berkali-kali di waktu yang sama. Untuk itu tutuplah mulut kamu dan tahan sebisa mungkin dan pusatkan konsentrasi.

  • Sugesti Diri

Tanamkan di pikiranmu bahwa latah adalah kebiasaan buruk yang harus dihilangkan, bukan hal yang bisa kamu jadikan tertawaan orang. Dan kamu harus yakin semua penyakit bisa disembuhkan dan tak terkecuali penyakit latah. Modal awal yang harus dimiliki adalah kesungguhan tekad untuk sembuh. Jangan pernah berpikir untuk keterusan melakukan aksi latah ini hanya sebagai sensasi atau “latah gaul”.

  • Meminta Bantuan Seseorang

Pilihlah seseorang yang bisa diandalkan dan sayang terhadap kamu. Mintalah orang tersebut mengingatkan kamu setiap kali kamu berbuat latah.

Begitulah kira-kira penjelasan mengenai latah di atas tersebut, yang jelas untuk orang yang ingin menghilangkan latah harus bersungguh-sungguh dan berniat dari hati untuk sembuh. Dan kamu juga bisa berbicara dan menjelaskan dengan teman-teman terdekat kamu untuk tidak mengagetkan kamu karena itu hal yang sangat tidak enak. Nah sekian dulu pertemuan kita kali ini, semoga artikel ini bermanfaat…