Thursday, 21 June 2018
industri

Miris, Ternayata Beginilah Keadaan Pertanian Yang Ada Di Indonesia

Di dunia ini, pertanian adalah sesuatu hal yang sangat penting. Misalnya saja seperti di Indonesia yang makanan pokoknya nasi, tentu pertanian begitu penting. Tapi tahukah kamu, negara kita tercinta ini masih kekurangan bahan pangan untuk penduduknya lho? Lalu apa penyebabnya ya? Yuk, kita simak sama-sama artikel di bawah ini untuk mendapatkan penjelasannya.

Apa Itu Pertanian

Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku, sumber energi dan juga cara mengelolah lingkungan yang ada disekitarnya. Jika diartikan secara luas, pertanian adalah salah satu kegiatan manusia yang memanfaatkan sumber hayati dengan melakukan penanaman tanaman untuk menghasilkan produk dan digunakan untuk kehidupannya atau juga dapat diartikan sebagai semua kegiatan yang berkaitan dengan pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan yang menghasilkan serta dapat digunakan kembali dalam kehidupan manusia.

Pertanian yang ada di Indonesia terdapat dua macam jenis yaitu pertanian lahan kering dan pertanian lahan basah. Pertanian lahan basah merupakan pertanian yang banyak digenangi oleh air atau yang dikenal dengan sawah atau lahan gambut, pertanian dengan tipe ini biasanya banyak ditemukan pada dataran rendah yang berkisar 300 mdpl.

Sedangkan pertanian lahan kering adalah pertanian yang lahannya tidak tergenang oleh air dan tentu tanaman yang ditanam tidak membutuhkan genangan air pada lahan tumbuhan dan juga biasanya berlokasi di atas 500 m di atas permukaan laut tetapi banyak juga yang di lakukan pada daratan rendah.

Hasil-hasil pertanian di Indonesia diantaranya:

  • Hasil pertanian tanaman pangan misalnya seperti kacang-kacangan, jagung, kedelai, padi, ketela, ubi jalar dan lain-lain.
  • Hasil pertanian tanaman perdagangan misalnya seperti karet, sawit, kopi, teh, tebu, kelapa, cengkeh dan lain-lain.

Bentuk-bentuk pertanian

Sebagian besar mata pencaharian masyarakat di Indonesia adalah sebagai petani, sehingga sektor pertanian sangat penting untuk dikembangkan di negara kita. Di dalam bidang pertanian yang ada di Indonesia mempunyai beberapa bentuk seperti berikut ini:

  • Persawahan

Sawah adalah suatu bentuk pertanian yang dilakukan di lahan basah dan memerlukan banyak air baik sawah irigasi, sawah lebak, sawah tadah hujan maupun sawah pasang surut.

  • Tegalan

Tegalan merupakan suatu daerah dengan lahan kering yang bergantung pada pengairan air hujan yang biasanya ditanami tanaman musiman atau tahunan dan terpisah dari lingkungan dalam sekitar rumah. Lahan tegalan tanahnya sulit untuk dibuat pengairan irigasi karena permukaan yang tidak rata. Pada saat musim kemarau lahan tegalan akan kering dan sulit untuk ditubuhi tanaman pertanian.

  • Pekarangan

Pekarangan adalah suatu lahan yang terletak diperumahan atau lingkungan rumah dan biasanya akan dimanfaati atau digunakan untuk menanami tanaman.

  • Ladang Berpindah

Ladang berpindah adalah suatu kegiatan pertanian yang dilakukan di banyak lahan hasil pembukaan hutan atau semak di mana setelah beberapa kali panen atau ditanami, maka tanah sudah tidak subur sehingga perlu pindah ke lahan lain yang subur atau lahan yang sudah lama tidak digarap. Jika tanah juga sudah tidak subur lagi maka akan melakukan pindah lahan lagi mencari tanah yang lainnya yang masih subur.

Bagaimana Keadaan Pertanian Di Indonesia?

Pertanian merupakan roda penggerak ekonomi nasional. Selain bertujuan memenuhi pangan masyarakat, sektor itu juga berguna untuk mendongrak citra Indonesia di mata dunia. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan II 2017, sektor pertanian terus memberi kontribusi positif untuk perekonomian Indonesia.

Kontribusi Indonesia terhadap produksi beras dunia kira-kira sebesar 8,5% (51 juta ton). Jika dilihat dari sisi produksi, pertanian merupakan sektor kedua paling berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, setelah industri pengolahan. Posisi sektor pertanian masih di atas sektor lainnya, seperti perdagangan maupun konstruksi.

Namun sayangnya, produksi beras Indonesia yang begitu tinggi tersebut belum bisa mencukupi kebutuhan penduduknya. Dilihat dari semua aspek, kondisi Indonesia sendiri masih banyak kekurangan. Kekurangan tersebut bukan semata berasal dari pemerintahannya saja tetapi penduduknya juga.

Sebagai negara agraris dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, seharusnya Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Tapi kenyataannya, kini hampir 65% kebutuhan pangan dipenuhi dari hasil import dan masih banyak penduduk di pedesaan khususnya para petani yang hidup kesusahan dan miskin.

Kondisi pertanian di Indonesia, kini terasa cukup memprihatinkan. Ya, gimana tidak? Indonesia yang dikenal sebagai negara yang maju pertaniannya, sekarang malah mengimpor makanan pokoknya dari negara lain. Padahal sebenarnya rakyat dan bumi kita yang tercinta ini masih dapat memenuhi kebutuhan beras untuk makan kita sehari-hari.

Penyebab ketergantungan import bahan pangan yang dilakukan Indonesia sebenarnya disebabkan jumlah penduduk yang tinggi dan membuat kebutuhan pangan semakin besar, akibatnya produksi dalam negeri masih kurang atau tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

Selain itu faktor cuaca juga menentukan seberapa banyak hasil panen dalam bertani. Cuaca yang tidak menentu, seperti pergeseran musim hujan dan musim kemarau menyebabkan petani kesulitan dalam menetapkan waktu yang tepat untuk mengawali masa tanam. Dengan benih dan pupuk yang digunakan, tanaman yang ditanam mengalami pertumbuhan yang tidak wajar dan mengakibatkan gagal panen.

Akankah Indonesia Menggunakan Robot Untuk Pertanian?

Kebutuhan makanan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Keterbatasan lahan dan tenaga kerja, menuntut perkembangan teknologi yang dapat mengimbangi kebutuhan pasokan makanan. Pada saat itulah teknologi pertanian telah berkembang menjadi lebih efisien dan efektif. Tenaga manusia akan digantikan oleh tenaga robot yang lebih akurat dan cepat.

Beberapa tahun terakhir memang sudah banyak yang memperbincangkan tentang robot pertanian. Saat ini terutama di negara maju seperti Amerika, China, Jepang dan negara Eropa sangat getol melakukan riset untuk memperbaiki teknologi pertanian ke arah produksi yang lebih efisien dengan menggunakan robot. Industri pertanian di masa depan akan membutuhkan teknologi robot untuk membantu petani mengolah ladang mereka.

Robot-robot tersebut dirancang untuk melakukan banyak pekerjaan khusus untuk mengolah lahan pertanian. Pertanian yang selama ini mengandalkan traktor dan tenaga manusia dianggap kurang efektif. Oleh sebab itu saat ini sudah hadir robot yang dapat menggantikan pekerjaan manusia untuk bertani. Kemajuan teknologi yang semakin canggih ini dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan zaman.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Mungkinkah negara ini akan beralih menggunakan robot juga untuk membantu pertanian? Ya, Indonesia yang kaya dan memiliki kesuburan alam seharusnya mulai berbenah diri menyambut teknologi baru. Untuk mencukupi bahan pangan semua penduduk, pertanian perlu melakukan efisiensi yaitu dengan penggunaan robot yang dinilai lebih efisien dibandingkan pertanian konvensional saat ini.

Saat ini penanaman dan panen membutuhkan banyak tenaga kerja, nah dengan adanya robot maka para petani tidak perlu repot karena robot yang akan mengerjakan tugas. Tak hanya itu, dengan adanya robot maka petani juga tidak perlu bingung lagi harus menyelesaikan pekerjaannya jika sedang sakit atau berhalangan.

Ya, mungkin Indonesia belum tergiur akan pemakaian robot untuk pertanian. Semoga saja dengan majunya teknologi dan semakin berkembangnya zaman, Indonesia juga dapat beralih menggunakan robot untuk membantu mengolah pertanian.

Cara Meningkatkan Hasil Pertanian

Mungkin melihat kedadaan hasil pertanian yang ada di Indonesia yang miris, dimana pemerintah lebih memilih untuk import beras ketimbang memperbaiki sistem pertanian yang ada di Indonesia. Akan tetapi jika para petani ingin meningkatkan hasil taninya agar jauh lebih membaik, mmereka bisa melakukan beberapa tips ini

Hasil pertanian yang bagus dan melimpah adalah keinginan semua petani. Namun banyak juga para petani yang mengeluh dengan menurunnya hasil panen. Dalam hal ini diperlukan cara untuk meningkatkan hasil pertanian yang harus dilakukan seperti berikut ini:

  • Intensifikasi pertanian

Intensifikasi pertanian adalah pengolahan lahan sebaik mungkin agar mendapatkan hasil yang maksimal. Intensifikasi pertanian banyak dipilih sebagai cara meningkatkan hasil pertanian di Jawa serta pulau Bali. Hal ini dikarenakan, di pulau Jawa dan Bali lahan pertaniannya cenderung sempit. Seperti namanya intensifikasi pertanian harus dipakai oleh semua petani yang menginginkan hasil maksimal dari lahan yang tidak terlalu luas.

  • Ekstensifikasi pertanian

Ekstensifikasi pertanian merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperluas lahan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara membuka area hutan, memanfaatkan daerah sekitar rawa, membuka semak belukar serta membuka lahan pertanian yang belum digunakan. Ekstensifikasi pertanian sangat cocok untuk orang yang tinggal di tempat yang masih jarang penduduk di Indonesia seperti Irian Jaya.

  • Diversifikasi pertanian

Diversifikasi pertanian adalah upaya peningkatan produksi pertanian dengan cara penganekaragaman tanaman. Misalnya dengan sistem tumpangsari (diantara lahan ditanami kacang panjang, jagung dan lain-lain). Diversifikasi pertanian ini dilakukan untuk memperbanyak cabang dari pertanian yang dikelola, sebagai contoh seorang petani padi juga ikut memelihara ikan di sawahnya atau belut. Inilah yang dimaksud dengan diversifikasi pertanian atau sejak zaman dahulu dikenal dengan mina padi atau mina gurame, tergantung dengan jenis pertanian yang dicampur apa dengan apa.

  • Rehabilitasi pertanian

Cara meningkatkan hasil pertanian yag selanjutnya adalah dengan melakukan rehabilitasi pertanian. Usaha ini dilakukan dengan cara memperbaiki lahan yang awalnya tidak lagi produksi menjadi lahan yang kembali produktif. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengganti tanaman yang tidak lagi menghasilkan menjadi jenis tanaman yang menghasilkan.

  • Mekanisasi pertanian

Cara meningkatkan hasil pertanian ini dilakukan dengan cara memanfaatkan mesin-mesin pertanian yang modern. Mekanisasi pertanian banyak diterapkan di luar pulau Jawa terutama pada daerah yang memiliki lahan pertanian yang luas. Pada mekanisasi pertanian, tenaga manusia serta hewan bukanlah sebagai tenaga pengolah lahan yang utama.

Demikianlah penjelasan mengenai pertanian yang ada di Indonesia. Meskipun negara lain sudah terlebih dahulu menggunakan robot untuk membantu pertanian, namun sepertinya Indonesia belum berpikir ke arah sana untuk menggunakan robot. Ya semoga saja seiring berjalannya waktu, negara kita semakin maju dan berkembang terutama pertaniannya untuk mencukupi bahan pangan penduduknya. Sekian dulu pembahasan kita kali ini dan sampai jumpa lagiā€¦