Sunday, 17 December 2017
health

Yuk, Kenali Lebih Dalam Tentang Alergi Susu Sapi Pada Anak

Pernahkah kamu mendengar seorang anak yang alergi susu sapi? Mungkin banyak yang tidak mengetahui kenapa seorang anak bayi bisa mengalaminya. Banyak orang tua yang bingung bagaimana cara mengatasi ketika anak mereka mengalami alergi tersebut. Untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam lagi, mari kita simak langsung artikel di bawah ini.

Mengenal Alergi Susu Sapi Pada Anak

Alergi adalah suatu keadaan di mana seseorang menjadi lebih rentan terhadap suatu hal daripada orang yang lain. Misalnya seseorang yang mengidap alergi udang maka tubuh orang tersebut akan bereaksi ketika makan udang dan akan menimbulkan reaksi alergi dalam berbagai bentuk, sedangkan bagi orang lain yang tidak mengidap alergi udang maka tidak akan timbul reaksi alergi jika memakan udang.

Tubuh manusia telah dianugerahi dengan sistem pertahanan tubuh sehingga mampu melawan berbagai jenis penyakit dan bahan kimia yang bisa membahayakan. Namun terkadang pertahanan tubuh kita salah atau bereaksi secara berlebihan yang disebut dengan reaksi alergi terhadap sesuatu.

Alergi terhadap susu sapi adalah salah satu hipersensitivitas yang paling umum pada anak-anak. Mungkin karena susu sapi adalah protein asing pertama yang kebanyakan bayi menelannya dalam jumlah yang sedemikian besar terutama saat mereka disusui dengan susu botol. Alergi susu sapi, alergi susu formula atau intoleransi protein susu sapi sering kali membuat keadaan bayi tidak sehat. Diprediksi antara 2-3 dari setiap 100 anak-anak lebih muda dari 3 tahun memiliki gejala alergi susu sapi.

Gejala alergi susu sapi

Semua orang memang bisa terkena alergi susu sapi namun kondisi ini paling sering terjadi pada bayi. Jika kamu tidak bisa memberikan ASI maka susu fomula dijadikan sebagai alternatif nutrisi untuk bayi. Namun susu formula yang berasal dari susu sapi sering menyebabkan bayi terkena alergi yang terjadi dengan cepat. Saat bayi terkena alergi susu sapi maka ini menandakan bahwa sistem kekebalan tubuh bayi menjadi lebih lemah sehingga tidak bisa menerima protein dari susu sapi. Untuk para orang tua harus memperhatikan gejala atau ciri-ciri anak yang alergi susu sapi dan berikut ini adalah gejalanya:

  • Bayi menangis saat menelan susu

Reaksi alergi susu sapi yang pertama adalah ketika bayi menangis saat minum susu sapi. Umumnya banyak ibu yang menganggap jika kondisi ini berhubungan dengan rasa susu yang tidak enak. Namun penyebab sebenarnya adalah karena bayi merasa sakit dan sesak pada bagian tenggorokan. Saluran pernafasan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap bahan kimia tertentu dalam sapi termasuk protein yang dihasilkan. Jadi, bayi akan sulit untuk menelan susu dan menjadi menangis saat minum susu.

  • Diare

Gejala alergi susu sapi pada bayi yang lain adalah akan menyebabkan bayi mudah terkena diare. Diare pada bayi bisa menyebabkan bayi menjadi sangat lemah. Reaksi diare bahkan bisa terjadi sangat cepat setelah bayi minum susu sapi. Kondisi ini bisa disebabkan karena saluran pencernaan bayi tidak bisa menerima bahan gula alami atau senyawa yang dihasilkan dalam susu sapi. Beberapa susu sapi juga mengandung bahan pemanis buatan dalam kadar yang normal namun kondisi ini tidak bisa diterima untuk bayi yang mengalami alergi susu sapi.

  • Perut kembungĀ 

Ketika bayi tidak bisa menerima susu sapi maka kondisi pencernaan bayi akan marah atau tidak nyaman. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi terkena perut kembung yang bisa memicu bayi mual atau muntah. Perut kembung pada bayi menyebabkan bayi tidak bisa buang gas sehingga perut menjadi lebih besar dan jika kamu ketuk pelan maka ada suara nyaring dari perut.

  • Bintik merah pada kulit bayi

Ciri ciri bayi alergi susu sapi juga bisa menyebabkan bayi terkena gatal atau bintik merah pada kulit bayi. Bayi yang baru lahir bisa menerima dampak yang berat karena kulit bayi yang baru lahir memang masih sangat sensitif. Bintik merah pada bayi akibat alergi susu sapi berbeda dengan bintik merah akibat biang keringat. Terkadang bintik merah akibat alergi susu sapi bisa menyebabkan rasa gatal yang parah sehingga ruam merah seperti menumpuk pada kulit bayi. Reaksi ini bisa terjadi dengan cepat setelah bayi minum susu sapi.

Cara Pencegahan

Nah setelah tahu bahwa anak alergi terhadap susu sapi, maka para orang tua harus tetap waspada dan melakukan pencegahan seperti di bawah ini:

  • Hindari semua produk yang mengandung susu sapi

Ketika sudah mendapatkan diagnosis dokter bahwa bayi mengalami alergi susu sapi, maka jangan pernah memberikan produk makanan bayi yang mengandung susu sapi. Ini termasuk untuk susu formula yang memang terbuat dari susu sapi. Kamu harus memperhatikan label makanan dan segera mengenali makanan atau minuman jika mengandung produk susu sapi. kamu bisa menggantikan manfaat susu formula untuk bayi dengan berbagai jenis makanan lain yang lebih aman untuk bayi.

  • Berikan susu formula ekstensif dihidrolisis (susu formula hidrolisat)

Jika bayi tidak bisa menerima ASI atau susu formula maka cobalah memberikan jenis susu formula ekstensif dihidrolisis. Jenis protein yang ditemukan pada susu ini mudah diterima oleh tubuh bayi karena proses pemecahan yang lebih mudah. Selain itu sistem kekebalan tubuh bayi bisa menerima susu dengan baik karena tidak membaca protein susu sebagai bahan alergen untuk tubuh.

  • Ibu jangan konsumsi produk susu sapi

Ketika ibu masih memberikan ASI secara eksklusif pada bayi maka ibu juga harus menjaga agar tidak mengkonsumsi produk susu sapi. Lewat mekanisme tubuh terkadang alergi bisa berjalan ketika bayi menerima ASI sementara ibu makan produk susu sapi. Jadi ibu harus menjauhi semua produk susu sapi dan fokus memberikan ASI pada bayi.

Demikianlah penjelasan di atas tersebut, semoga dengan adanya artikel ini diharapkan untuk para orang tua lebih memperhatikan sang buah hati agar tetap sehat dan terhindar dari alergi serta penyakit lain. Sampai di sini dulu ya pembahasan kita, sampai jumpa lagi.