Monday, 23 October 2017
health

Waspadalah, Virus Kutu Ini Bisa Menyebabkan Kematian

Hewan kecil yang paling menyebalkan mungkin kutu ya, bertubuh kecil tetapi dapat merugikan manusia. Nah ternyata terdapat virus baru yang disebabkan oleh kutu dan virus ini dapat menyebabkan kematian. Waw, serem banget ya. Penasaran pasti kan? Nah untuk menjawab rasa penasaran kalian semua, di artikel kali ini kita akan membahas tentang hal tersebut.

Apa Itu Kutu?

Kutu adalah sejenis parasit kecil penghisap darah yang biasanya hidup di bagian kepala dan tubuh manusia. Kutu betina mampu bertelur enam buah sehari dan telurnya ini selalu melekat dengan kuat pada rambut. Telur-telur ini akan menetas setelah kurang lebih 8 hari. Kutu kepala merebak dengan cepat melalui sentuhan dengan rambut yang bermasalah. Ia juga dapat melompat ke kepala melalui sisir, topi, bantal dan handuk.

Rasa gatal yang luar biasa di kulit kepala disebabkan oleh muntahan air liur kutu yang membasahi kepala dan kutu yang menggigit dan mengisap darah di kulit kepala menimbulkan kuman dan menyebabkan rasa gatal dan ingin menggaruk lebih keras hingga meninggalkan bekas luka di kulit kepala. Kutu dapat berkembang biak dengan sangat cepat sekali. 1 ekor kutu dapat menghasilkan puluhan hingga ratusan telur yang kemudian siap berkembang lagi dan beranak lagi seterusnya. Oleh karenanya kutu yang hidup di kepala harus segera diatasi dan dibasmi dengan menggunakan obat penghilang kutu atau berkeramas dan menyisir rambut sesering mungkin. Kutu terbagi atas tiga kategori, yaitu:

  • Kutu kepala: kutu ini ditemukan di kulit kepala, kamu dapat melihatnya di leher atau sekitar telinga kamu
  • Kutu badan: kutu ini biasanya ditemukan di badan, kutu ini dapat menular melalui kontak dengan pakaian, tempat tidur dan akan berpindah ke kulit kamu untuk mengisap darah. Biasanya kutu ini ditemukan pada orang yang jarang mandi seperti gelandangan
  • Kutu pubis. Kutu ini lebih sering dikenal dengan ketam yang ditemukan pada kulit dan rambut pubis. Kutu ini dapat menyebar ke rambut tubuh seperti rambut dada, alis atau bulu mata.

Namun hanya kutu tubuh yang dapat menyebarkan penyakit. Infestasi kutu (pedikulosis dan ptiriasis) menyebar melalui kontak dekat orang-ke-orang. Anjing, kucing dan hewan peliharaan lainnya tidak berperan dalam penularan kutu manusia. Kutu bergerak dengan merangkak, mereka tidak bisa melompat atau terbang. Kutu sangat sering terjadi, namun lebih sering terjadi pada anak-anak. Kamu dapat mengurangi kemungkinan penyakit ini dengan menurunkan faktor risiko kamu. Konsultasikan dengan dokter kamu untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana Bisa Tertular Kutu?

Penyebab utama kutu yaitu kontak dengan penderita. Telur kutu biasanya menetas dalam 1-2 minggu dan kutu biasanya menyebar melalui:

  • Kontak langsung. Hal ini dapat terjadi melalui kontak dekat yang lebih sering terjadi pada anak-anak sekolah dan anggota keluarga. Kontak dapat berupa kepala ke kepala atau badan ke badan
  • Memakai barang bersama dengan teman atau keluarga. Barang dapat berupa sikat, sisir, pakaian atau topi dengan penderita
  • Menyimpan barang pribadi. Menumpuk pakaian atau bantal dapat mencemari barang atau bantal dan selimut lain yang berdekatan
  • Kontak dengan barang yang terkontaminasi. Hal ini dapat terjadi karena memakai tempat tidur, sofa atau tempat duduk bersama
  • Hubungan seksual. Kutu dapat menular melalui hubungan seksual

Virus Kutu Yang Menyebabkan Kematian

Para petinggi kesehatan di Amerika Serikat menemukan virus baru yang dianggap cukup mematikan, yakni virus “Bourbon”. Diketahui ada korban meninggal dunia diduga akibat terinfeksi penyakit tersebut. Meski masih dalam penyelidikan, virus Bourbon yang berasal dari kutu ini menjadi salah satu penyebab seorang pria di Kansas merenggang nyawa. Pasalnya, berdasarkan temuan petinggi kesehatan negara adidaya itu menunjukkan bahwa korban tersebut mengalami gejala yang mirip dengan penyakit dari gigitan kutu, seperti otot yang terasa lelah dan timbul demam.

“Virus Bourbon sudah muncul sejak beberapa waktu lalu tetapi kita tidak memiliki teknik diagnostik yang dapat mengisolasi virus yang belum teridentifikasi itu,” ungkap Dana Hawkinson, seorang spesialis penyakit menular dari University of Kansas Hospital

Pria yang belum diketahui namanya itu, pada musim panas tahun ini telah mengunjungi dokter untuk memeriksa kesehatannya. Ia sempat dirawat namun pada akhirnya meninggal karena kegagalan fungsi organ. Saat ini pejabat dari Departemen Kesehatan dan Lingkungan Kansas (KDHE) bersama peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) sedang menyelidiki kematian pria tersebut.

Dalam pendalaman kasus tersebut, petinggi kesehatan sedang memeriksa orang-orang yang dekat dengan korban. Dikhawatirkan mereka akan tertular dan mengalami gejala serupa. Para peneliti CDC pun mencoba memahami virus tersebut mengenai penyebarluasannya.

Menurut CDC penyakit kutu telah menginfeksi korban hingga mencapai kurang lebih 22.500 sampai 30.000 warga Amerika Serikat setiap tahunnya. Penyebaran virus yang serupa dengan Bourbon telah ditemukan di Afrika, Asia dan Eropa Timur. Namun penyakit itu tidak ditemukan di belahan bumi bagian barat.

Agar virus Bourbon ini tidak semakin meluas atau menyebar, KDHE dan CDC menyarankan beberapa tips kepada masyarakat agar tidak terkena virus tersebut dan terhindar dari dampak yang tidak diinginkan. “Kenakan pakaian dengan lengan panjang dan celana panjang. Kemudian basuh atau mandi sesegera mungkin setelah mengetahui menemukan kutu yang merayap di tubuh kita,” tulis KDHE dalam situsnya.

Demikianlah penjelasan virus berbahaya yang disebabkan oleh kutu di atas, mulai dari sekarang selalu berhati-hatilah agar terhindar dari hewan kecil tersebut. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi semuanya.