Sunday, 17 December 2017
health

Orang Indonesia Rentan Terkena Diabetes, Mengapa?

Tahukah kamu bahwa Indonesia menduduki urutan ke tujuh sebagai penderita diabetes terbesar di dunia? Jumlah penderita Diabetes Militus (DM) di Indonesia diperkirakan 10 juta orang, jumlah yang cukup besar bukan? Namun, apakah yang menyebabkan orang Indonesia mendapat peringkat dengan jumlah yang besar tersebut? Mari kita simak langsung penjelasannya di bawah ini.

Jumlah Penderita Diabetes Cukup Besar

Diabetes atau yang juga dikenal dengan diabetes melitus adalah penyakit metabolisme kronis yang dikarakteristikan dengan tingkat gula darah yang jauh di atas batas normal. Meskipun banyak orang yang memiliki kadar gula darah sedikit di atas normal, jika sudah mencapai tingkatan tertentu maka dapat dikategorikan sebagai diabetes. Namun, ini merupakan tanda awal jika seseorang menderita diabetes.

Glukosa sangat penting bagi kesehatan kita karena merupakan sumber energi utama bagi otak maupun sel-sel yang membentuk otot serta jaringan pada tubuh kita. Penyakit ini memiliki dua jenis utama, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Tipe 2 lebih umum, namun tipe 1 lebih serius karena berkembang dengan cepat dan dapat memburuk hanya dalam hitungan minggu atau bahkan hari. Sementara, penderita diabetes tipe 2 biasanya tidak mengalami gejala yang mencolok.

Beberapa gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 meliputi:

  • Sering merasa haus
  • Sering buang air kecil terutama di malam hari
  • Rasa lapar yang ekstrem
  • Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Berkurangnya massa otot
  • Terdapat keton dalam air seni. Keton adalah produk sampingan dari metabolisme otot dan lemak yang terjadi ketika produksi insulin tidak cukup
  • Kelelahan
  • Pandangan yang kabur
  • Luka yang lama sembuh
  • Sering mengalami infeksi misalnya pada gusi, kulit, vagina atau saluran kemih

Diabetes Tipe 1: Disebabkan oleh reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh sehingga menyerang dan menghancurkan sel yang menghasilkan insulin dalam pankreas. Oleh karena itu, orang yang menderita kondisi ini membutuhkan pasokan insulin buatan seumur hidupnya. Mereka juga perlu memantau kadar gula darah terus-menerus dan menjaganya tetap seimbang.
Diabetes Tipe 2: Kondisi ini berkembang saat (1) tubuh dapat menghasilkan insulin namun jumlahnya tidak cukup dan (2) saat sel tubuh tidak bereaksi terhadap insulin yang dihasilkan. Skenario B disebut resistensi insulin. Namun karena insulin masih diproduksi, efek dari diabetes tipe ini tidak begitu parah dan dapat dikendalikan dengan mudah. Tapi bukan berarti pasien tidak membutuhkan perhatian medis. Meskipun tidak begitu parah, diabetes adalah penyakit progresif yang artinya dapat memburuk seiring berjalannya waktu. Pengobatan dan penanganan yang tepat dapat mencegah diabetes memburuk. Diabetes tipe 2 terkait dengan obesitas. Orang yang mengalami obesitas memiliki kecenderungan kadar gula darah yang tinggi. Sehingga, saat tubuh menghasilkan insulin, glukosa sulit disaring dan diubah menjadi energi.

Faktor Penyebab Diabetes

Agar terhindar dari penyakit berbahaya ini, kamu harus menghindari penyebab diabetes melitus. Ada pun penyebab terjadinya penyakit diabetes adalah sebagai berikut:

  • Faktor genetik

Penyebab diabetes yang bisa terjadi salah satunya yaitu dikarenakan oleh adanya faktor genetik. Karena memiliki keluarga yang juga menderita penyakit diabetes maka dari memiliki kemungkinan besar untuk menderita penyakit diabetes. Oleh sebab itu jika memiliki riwayat penyakit diabetes maka ada kemungkinan juga untuk menderita penyakit diabetes jika tidak menjaga kesehatan dan juga kadar gula darah.

  • Pola makan tak sehat

Makanan yang mengandung gula, tetapi rendah serat ditengarai sebagai sumber bahan pangan dan menyumbang kemungkinan diabetes lebih tinggi bagi seseorang. Oleh sebab itu jaga asupan makanan yang baik agar tidak mengalami naiknya kadar gula darah.

  • Faktor berat badan (Obesitas)

Berat badan memang bisa mempengaruhi kesehatan, karena berat badan pun bisa menjadi suatu penyakit dan penyakit diabetes pun bisa terjadi dikarenakan oleh berat badan. Memiliki berat badan yang besar atau pun berlebihan memiliki kemungkinan untuk menderita penyakit diabetes salah satu nya. Oleh sebab itu penyebab diabetes bisa disebabkan oleh berat badan.

  • Merokok

Rokok merupakan sumber penyakit dan rokok pun bisa menjadi penyebab diabetes juga, oleh sebab itu mengapa penggunaan rokok itu dilarang dan tidak baik untuk digunakan. Cara terbaik tentu dengan mengurangi dan menghentikan kebiasan ini.

  • Usia

Semakin bertambahnya usia, maka semakin tinggi juga risiko untuk terkena penyakit diabetes tipe 2. Hal ini dirasa mungkin karena kamu cenderung kurang berolahraga, kehilangan massa otot dan menambah berat badan seiring bertambahnya usia. Tapi diabetes tipe 2 juga meningkat secara drastis pada anak-anak, remaja dan orang dewasa muda.

  • Sindrom ovarium polikistik

Bagi wanita, memiliki sindrom ovarium polikistik (menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebih dan obesitas) memiliki risiko tinggi terkena diabetes tipe 2.

  • Tekanan darah tinggi

Memiliki tekanan darah lebih dari 140/90 milimeter merkuri (mm Hg) berpengaruh terhadap peningkatan risiko diabetes tipe 2.

Kenapa Orang Indonesia Rentan Terkena Diabetes?

Jumlah diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai 10 juta orang dengan rentang usia 20-79 tahun. Angka ini bukanlah angka yang sedikit bukan? Namun hanya separuh dari mereka yang menyadari kondisinya. Lalu apa sih yang menyebabkan orang Indonesia banyak terkena diabetes?

  • Nasi sebagai makanan pokok

Nasi putih telah menjadi bagian dari budaya makan masyarakat Asia pada umumnya. Namun sayangnya menurut riset terbaru, makanan yang banyak dikonsumsi di Indonesia ini ternyata lebih berisiko meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Sebuah penelitian menemukan bahwa kelompok yang mengonsumsi nasi putih lebih dari lima kali dalam sepekan berisiko 17 persen lebih tinggi mengalami diabetes tipe 2 dibandingkan kelompok yang hanya mengonsumsinya sekali sebulan.

Masih dari penelitian yang sama, disebutkan bahwa risiko ini akan meningkat 10 persen pada orang yang tiap hari mengonsumsi nasi putih dalam porsi besar. Keterkaitan ini ditemukan terutama pada orang-orang di Asia yang mengonsumsi nasi hingga 3-4 porsi sehari.

Penelitian ini sebenarnya belum dapat membuktikan hubungan sebab dan akibat, melainkan hanya menunjukkan keterkaitan antara konsumsi nasi putih dengan diabetes. Namun setidaknya, penelitian ini dapat menjadi alasan untuk lebih mengonsumsi bahan makanan yang mengandung biji-bijian utuh dibandingkan karbohidrat olahan.

  • Kurang tidur

Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.

  • Suka ngemil

Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal biskuit, keripik kentang dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah.

  • Malas bergerak

Orang Indonesia paling malas berjalan kaki. Setidaknya itulah temuan sejumlah ilmuwan Amerika Serikat yang mengkaji data ponsel dari ratusan ribu orang di seluruh dunia. Para peneliti Universitas Stanford menggunakan data menit per menit dari 700.000 orang yang menggunakan Argus, aplikasi pemantau aktivitas pada telepon seluler mereka.

Hasilnya, warga Hong Kong menempati urutan teratas dalam daftar penduduk paling rajin berjalan kaki. Rata-rata publik Hong Kong berjalan kaki sebanyak 6.880 langkah setiap hari. Ada pun penduduk paling malas berjalan kaki di dunia adalah orang Indonesia yang berada pada posisi terbawah dengan mencatat 3.513 langkah per hari.

  • Suka minum teh dan kopi

Bukan teh atau kopinya yang menjadi penyebab diabetes, namun gula yang kamu masukkan ke dalam teh atau kopi yang menyebabkan kamu memiliki risiko diabetes apalagi jika kamu hobi ngeteh dan ngopi di sepanjang hari.

Bukan hanya minuman untuk menemani saat santai, pemakaian gula juga sangat biasa pada makanan. Lihat saja aneka makanan ringan dan minuman tradisional yang dijajakan di jalanan atau di objek-objek wisata. Hampir semua makanan dan minuman khas tersebut memakai gula untuk membuat rasanya menjadi nikmat.

Cara Mencegah Diabetes

Sebelum memulai tindakan pencegahan terhadap diabetes maka sangat penting untuk mengetahui apa sebenarnya diabetes itu. Setelah kamu tahu tentang penyakit ini, kamu dapat memulai terapi pencegahan dengan mudah. Berikut ini adalah cara terbaik untuk mencegah atau menghindari terkena diabetes:

  • Makan makanan sehat

Sebenarnya makanan kamu hampir sama dengan semua orang yang tidak memiliki diabetes. Bedanya, makanan kamu lebih diatur dari mereka. Pola makan teratur yang sehat setiap harinya hampir sama dengan terapi nutrisi medis. Makan makanan sehat ini dimaksudkan untuk selalu mengonsumsi makanan bergizi, rendah lemak dan kalori sehingga bisa mengontrol kadar gula darah.

  • Jaga berat badan 

Kelebihan berat badan adalah penyebab diabetes yang paling penting. Kelebihan berat badan meningkatkan kemungkinan mengembangkan diabetes tipe 2 tujuh kali lipat. Obesitas membuat seseorang 20 sampai 40 kali lebih mungkin untuk mengembangkan diabetes dibanding seseorang dengan berat badan ideal yang sehat.

  • Olahraga

Berolahraga setiap hari membantu menjaga berat badan yang sehat, menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas kamu terhadap insulin. Jadi, berolahragalah setiap hari selama minimal 30 menit untuk menjaga tingkat gula darah dalam rentang normal.

  • Berhenti merokok

Diabetes melitus telah ditambahkan dalam daftar panjang masalah kesehatan terkait dengan merokok. Pada perokok, sekitar 50 persen lebih mungkin mengembangkan diabetes daripada bukan perokok dan perokok berat memiliki risiko yang lebih tinggi.

  • Hindari minuman manis

Soda, minuman ringan atau berperasa dapat meningkatkan risiko terkena diabetes. Semua minuman berpemanis merupakan sumber gula yang tak terlihat yang dapat meningkatkan kadar gula darah kamu.

  • Hindari makanan berlemak

Junk food dan makanan yang biasa Anda beli di jalan umumnya tinggi lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat di tubuh. Ini pada gilirannya juga dapat mempengaruhi tingkat gula darah dalam tubuh. Jadi, hindari junk food dan makanan berlemak lainnya.

  • Tidur nyenyak

Mendapatkan setidaknya enam jam tidur di malam hari sangat penting untuk mencegah diabetes. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh yang dapat meningkatkan tingkat insulin dan menyebabkan ketidakseimbangan gula darah. Selain itu, tidur yang tidak nyenyak juga bisa membuat nafsu makan menggila.

Nah, demikianlah ulasannya di atas tersebut, gimana? Sudah terjawab bukan kenapa orang Indonesia mendapat peringkat dengan jumlah yang cukup besar terkena diabetes. Semoga dengan adanya artikel ini dapat memberitahukan informasi yang sangat berguna untuk semua. See you next time…