Friday, 15 November 2019
health

Mirip Monster, Begini Jadinya Kalau Kebanyakan Operasi Plastik

Hai sobat sekalian, gimana kabarnya nih? Tentunya sehat dong ya, hmmm kali ini kita akan membahas tentang operasi plastik. Kebanyakan sih perempuan ya menjalani operasi ini agar mereka terlihat lebih cantik dan menawan. Namun tahukah kamu risiko yang bisa terjadi ketika melakukan operasi plastik tersebut? Nah untuk lebih jelasnya lagi, simak ulasan di bawah ini.

Sejarah Operasi Plastik

Operasi plastik pertama kali dimulai sejak 800 SM di India dan tokoh ternama dalam operasi plastik ini adalah Sushruta. Pria yang juga disebut dengan Bapak Operasi bedah ini yang membuat kontribusi penting untuk bidang bedah plastik dan katarak pada abad 6 SM.

Sushruta bekerjasama dengan Charak membuat banyak karya medis dalam bahasa Sansekerta dan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab selama masa kekhalifahan Abbasiyah tahun 750 Masehi. Terjemahan bahasa Arab karya mereka dibawa oleh pedagang-pedagang Arab sampai ke Eropa.

Beberapa abad kemudian beberapa dokter dari Inggris datang ke India untuk melihat rhinoplasties yang dilakukan dengan metode setempat. Pemberitaan tentang rhinoplasty yang dilakukan oleh Kumhar Vaidya ini dipublikasikan oleh Gentleman’s Magazine tahun 1794. Setelah itu Joseph Constantine Carpue menetap selama 20 tahun di India untuk mempelajari metode operasi plastik setempat.

Carpue akhirnya melakukan operasi plastik untuk pertama kalinya di dunia barat pada tahun 1815. Peralatan yang digunakan sesuai dengan apa yang ditulis Sushruta Samhita dalam bukunya yang kemudian dimodifikasi lebih lanjut sesuai perkembangan dunia medis barat. Bangsa Mesir dan Romawi kuno juga mengenal operasi plastik. Sejak abad 1 SM bangsa Romawi kuno dapat melakukan operasi plastik sederhana seperti memperbaiki telinga yang rusak.

Studi tentang operasi plastik hanya dilakukan melalui buku-buku medis Yunani yang ditulis oleh pendahulu mereka karena untuk alasan agama, mereka tidak diperbolehkan membedah baik manusia maupun hewan untuk percobaan. Namun Aulus Cornelius Celsus meninggalkan beberapa deskripsi akurat anatomi yang mengejutkan terkait operasi plastik, beberapa diantaranya mengenai alat kelamin dan tulang.

Apakah operasi plastik menggunakan bahan plastik pada bahannya? Di kalangan orang awam banyak yang menyebut operasi plastik, sedangkan sebutan di dunia medis adalah bedah plastik atau plastic surgery. Sebenarnya bahasa ini berasal dari yunani “Platikosa” yang artinya adalah membentuk. Jadi kata plastik ini bukan berarti dalam operasi plastik ini menggunakan bahan dasar plastik. Bedah plastik merupakan salah satu cabang dalam ilmu kedokteran. Secara umum bedah plastik dibagi menjadi dua jenis yaitu pembedahan untuk kosmetik atau estetik dan pembedahan untuk rekonstruksi.

Tujuan dari bedah plastik ini adalah untuk menjadikan atau merubah bentuk bagian tubuh manusia menjadi lebih baik atau sempurna. Dapat juga memperbaiki beberapa bagian tubuh manusia yang rusak akibat kecelakaan, luka bakar atau cacat dari lahir atau bawaan melalui prosedur operasi. Contohnya adalah keloid dan bibir sumbing. Sedangkan untuk operasi yang bersifat kosmetika adalah melebarkan kelopak mata, membuat hidung menjadi mancung, lipo suction, memperkecil atau memperbesar pantat dan memperkecil atau memperbesar payudara.

Risiko Bedah Plastik

Sebagian orang terkadang masih belum puas dengan penampilan mereka yang sekarang ini, hal tersebut membuat mereka tertarik dengan melakukan operasi plastik agar terlihat sempurna. Namun harus diketahui bahwa melakukan bedah ini ada risikonya lho, berikut bahayanya melakukan operasi plastik:

Pendarahan

Yang pertama adalah beberapa saat setelah operasi, biasanya pasien masih akan mengalami pendarahan. Hal ini harus kamu perhatikan, karena jika pendarahan tidak segera berhenti, akan terjadi komplikasi. Selain itu, pembekuan darah juga dapat terjadi setelah operasi di mana warna kulit menjadi biru kehitaman atau ungu. Pembekuan ini biasa disebut dengan hematoma yang dapat membuat jaringan kulit mati dan mengakibatkan infeksi. Nah loh serem kan?

Kerusakan saraf

Kerusakan ini ditandai dengan mati rasa dan seperti kesemutan. Kelemahan atau kelumpuhan otot terjadi jika saraf yang terkena dengan gerakan otot terganggu. Jika hal ini terjadi, kamu harus melakukan rekonstruksi guna mengobatinya.

Nyeri

Seperti operasi lainnya, salah satu bahaya operasi plastik ini tentu saja akan menimbulkan rasa nyeri baik pada wajah maupun tubuh. Salah satu operasi yang menimbulkan nyeri intens adalah “abdominoplasty” yang bertujuan untuk mengencangkan perut.

Komplikasi

Bahaya operasi plastik juga dapat menimbulkan komplikasi. Beberapa tahun lalu, seorang gadis di Philadephia mengalami komplikasi karena ia pergi ke sembarang klinik untuk melakukan operasi plastik. Tragisnya, gadis tersebut meninggal karena komplikasi yang terjadi. Hal inilah yang akan terjadi apabila prosedur operasi tidak tepat sehingga timbul beberapa efek pada tubuh kamu.

Bekas luka

Perlu diketahui bahwa pada setiap proses operasi, dokter harus menjahit kembali bagian yang disayat dan hal tersebut akan mengakibatkan bekas yang secara nyata nampak di wajah kita. Bekas luka ini sulit untuk dihilangkan kecuali kita melakukan perawatan berbiaya mahal lainnya yang dapat menghilangkan bekas luka tersebut. Tekor dong ente guys, hehehe.

Tidak sesuai keinginan

Risiko yang paling meresahkan dari prosedur operasi plastik pada wajah adalah hasil akhir yang tidak sesuai keinginan, menggunakan dokter yang mahal pun belum tentu menjamin keberhasilan sebuah operasi dalam mempercantik wajah kita. Nah lebih baik kamu syukuri apa yang sudah kamu miliki sekarang ini, jangan banyak gaya hmmm.

Orang Yang Mendapatkan Hasil Tidak Sesuai

Orang yang melakukan pembedahan untuk mempercantik diri ini tentu saja sudah mengeluarkan biaya yang sangat mahal. Namun semua itu belum menjamin bahwa operasi tersebut akan berhasi. Nah di bawah ini merupakan beberapa orang-orang yang mendapatkan hasil terburuk setelah menjalani operasi plastik:

Hang Mioku

Hang Mioku adalah seorang wanita berusia 48 tahun dari Korea Selatan yang menjadi begitu kecanduan operasi plastik yang dia baru kenali setelah obsesinya membimbingnya untuk menyuntikkan minyak goreng ke wajahnya. Prosedur operasi plastik yang pertama ketika ia berusia 28. Kemudian dia operasi lagi dan mengakibatkan wajahnya menjadi besar dan rusak. Ahli bedahnya pun menolak untuk melakukan pekerjaan apapun lebih lanjut tentang dia dan menyarankan bahwa obsesinya bisa menjadi tanda dari gangguan psikologis.

Pete Burns

Mantan vokalis band Inggris Dead or Alive ini terkenal dengan single “You Spin Me Round (Like a Record )”, memiliki suntikan poliakrilamida luas ke bibirnya, bersama dengan implan pipi serta hidung dan banyak tato. Dia mengungkapkan pada awal 2006, ia telah menghabiskan hampir seluruh tabungan hidupnya untuk bedah rekonstruksi setelah prosedur di bibirnya berubah menjadi mengerikan.

Dennis Avner

Dennis Avner yang juga dikenal dengan “catman” atau nama asli Amerikanya yaitu “Stalking Cat”, telah menjalani operasi yang luas biasa agar terlihat seperti binatang totemnya, harimau. Modifikasi termasuk tato yang luas, implan transdermal untuk memungkinkan kumis untuk dikenakan, implan subdermal untuk mengubah bentuk wajah dan pengajuan serta pembentukan gigi untuk membuat mereka terlihat lebih mirip harimau. Ada-ada aja ya tingkah orang satu ini.

Amanda Lepore

Operasi tak terhitung Amanda Lepore ini telah membuat salah satu nya transexuals dunia yang paling terkenal. Dia menjalani operasi plastik yang pertama pada usia 15 tahun, mendapatkan perubahan seks di tahun terakhir sekolah tinggi dan operasi yang tak terhitung jumlahnya setelah itu. Namun lihatlah sekarang yang terjadi pada wajahnya, hmm sungguh seram bukan?

Itu sih masih belum semua ya orang-orang yang menjalani operasi terus gagal ataupun terlalu banyak melakukan operasi, sebagian artis dari negara kita juga ada yang menjalani pembedahan plastik ini agar terlihat lebih sempurna. Semua yang dilakukan di dunia tentu saja ada risikonya, maka dari itu alangkah baiknya mensyukuri apa yang udah kita miliki. Ya semoga dengan membaca artikel ini, kamu lebih memahami tentang operasi plastik ini.