Sunday, 20 August 2017
health

Mengenal Lebih Jauh Penyakit Kanker Lidah

Mungkin penyakit kanker yang paling sering kita dengar adalah kanker otak, kanker payudara dan kanker payudara. Lalu bagaimana dengan kanker lidah? Apa kamu pernah mendengar penyakit tersebut? Mungkin kamu pernah mendengarnya tetapi tidak memahaminya. Nah untuk mengetahui lebih jelasnya lagi, yuk kita simak sama-sama artikel ini.

Apa Itu Kanker Lidah?

Kanker lidah adalah tumor ganas yang terjadi pada lidah ketika pertumbuhan sel-sel lidah menjadi tak terkendali. Kanker lidah berkembang dari sel-sel skuamosa. Kanker lidah termasuk dalam tipe oral cancer atau kanker mulut, seperti kanker pada bibir, mulut bawah di depan lidah, gusi, langit-langit keras dan lapisan pipi bagian dalam. Oral cancer sendiri adalah sub-kelompok kanker leher dan kepala.

Sel-sel lidah normal yang tadinya tumbuh dan membelah secara teratur dan terkontrol menjadi tidak terkendali sehingga akan terus tumbuh dan membelah, maka terbentuklah massa jaringan yang abnormal yang disebut tumor lidah. Tumor lidah ini bersifat lokal dan tidak menyebar, sedangkan istilah “Kanker Lidah” berarti tumor lidah yang menjadi ganas yang dapat menyerang jaringan sekitar dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya meskipun jauh yang dikenal dengan istilah metastase.

Gejala

Gejala kanker lidah sangat mirip dengan gejala kanker mulut lainnya. Gejala yang paling sering muncul yaitu adanya ulkus atau luka pada lidah seperti sariawan, namun tak kunjung sembuh walaupun sudah diobati. Berikut ini adalah gejala kanker lidah yang lainnya:

  • Lidah tidak berfungsi sebagaimana mestinya untuk mengecap rasa makanan maupun minuman. Bahkan lidah bisa mati rasa dan kaku karena sel-sel kanker sedang berkembang di sana.
  • Bagian lidah terasa gatal
  • Lidah atau rahang sulit digerakkan
  • Lidah mengalami pendarahan secara tiba-tiba
  • Adanya bercak berwarna putih atau merah di lidah
  • Muncul organ baru di bagian lidah yang terasa nyeri ketika disentuh
  • Bau mulut
  • Sakit tenggorokan yang berlangsung lama
  • Sariawan yang tidak segera sembuh menyebabkan munculnya luka di daerah wajah dan leher yang terasa sangat sakit. Sariawan tersebut juga diikuti dengan membengkaknya bibir dan organ gusi.
  • Mulut terasa kebas
  • Penderita merasa sakit ketika menelan makanan
  • Telinga terasa sakit
  • Nyeri akibat munculnya bisul yang dapat menyebar ke seluruh daerah mulut maupun telinga (eksogen). Gejala ini terjadi apabila kanker lidah sudah mencapai stadium lanjut.

Gejala kanker lidah diatas dapat disebabkan oleh beberapa kondisi selain kanker. Oleh karena itu, jika kamu mengalami gejala tersebut, maka penting sekali untuk berkonsultasi langsung dengan dokter untuk diagnosis yang akurat.

Penyebab

Penyebab kanker lidah belum diketahui secara pasti, tetapi ada faktor-faktor tertentu yang dipercaya dapat memicu kemunculan kanker ini. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:

  1. Rokok. Sekitar 85 persen kanker pada daerah kepala dan leher termasuk lidah disebabkan oleh konsumsi tembakau. Selain itu, perokok pasif juga berisiko lebih tinggi untuk terjangkit kanker di bagian kepala dan leher.
  2. Minuman keras (alkohol). Konsumsi alkohol secara rutin dalam jumlah yang relatif banyak juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker lidah. Konsumsi alkohol apabila dikombinasikan dengan merokok akan semakin meningkatkan risiko seseorang untuk terjangkit kanker ini.
  3. Human papillomavirus (HPV). Walau jarang terjadi, virus HPV dapat menyebabkan pertumbuhan jaringan abnormal dalam mulut sehingga memicu kanker. Penularan virus ini dapat terjadi jika kamu bersentuhan langsung dengan kulit pengidap atau benda yang terkontaminasi virus HPV atau melalui kontak seksual, seperti hubungan intim, seks anal maupun seks oral.
  4. Higienitas mulut yang rendah. Kanker lidah juga dapat dikaitkan dengan luka pada mulut yang tidak kunjung sembuh. Luka ini dapat terjadi akibat patahan gigi yang melukai bagian dalam mulut atau sariawan yang sering muncul dan tidak kunjung sembuh. Oleh karenanya penting untuk menjaga kebersihan mulut dan mengobati luka yang terjadi dalam rongga mulut sesegera mungkin. Hasil penelitian oleh Departemen Kesehatan Indonesia menunjukkan bahwa orang dengan kebersihan mulut yang buruk berisiko 2,3 kali lebih tinggi untuk mengalami kanker rongga mulut, termasuk lidah.

Faktor-faktor risiko berikut ini juga dapat meningkatkan peluang seseorang untuk terkena kanker lidah meliputi:

  • Jenis kelamin laki-laki
  • Kebersihan mulut dan gigi yang buruk
  • Umur 40 tahun dan lebih
  • Iritasi pada membran mukosa mulut yang berulang akibat merokok dan minuman keras
  • Riwayat sariawan yang sering
  • Riwayat keluarga ada yang mengalami kanker lidah
  • Daya tahan tubuh yang lemah seperti pada pasien HIV

Sama seperti jenis kanker lainnya, pendeteksian kanker lidah yang dilakukan sedini mungkin akan meningkatkan kesempatan kamu untuk pulih. Proses diagnosis umumnya meliputi pemeriksaan fisik dan gejala-gejala yang kamu rasakan serta biopsi jaringan yang dicurigai adalah kanker.

Jika hasil biopsi menyatakan bahwa kamu positif memiliki kanker mulut, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan melalui X-ray, MRI, Ultrasound, CT Scan atau PET Scan. Di samping itu, kanker lidah juga bisa didiagnosis melalui metode staging dan grading. Metode staging yang digunakan adalah sistem TNM yang berfungsi untuk mengukur seberapa jauh kanker tersebut sudah menyebar.

Pengobatan

Secara umum pengobatan kanker lidah meliputi: bedah atau operasi, terapi radiasi dan terapi dengan obat kanker lidah (kemoterapi). Terapi mana yang akan dipakai disesuaikan dengan derajat atau stadium kanker lidah yang meliputi ukuran dan perluasan area kanker, apakah kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening leher atau menyebar jauh ke organ tubuh lainnya.

Terapi Bedah

Terapi bedah disini berupa operasi pengangkatan tumor lidah dan jaringan di dekatnya dan jika diperlukan kelenjar getah bening yang berada didekatnya juga diangkat. Terapi operasi ini dipilih ketika tumor pada lidah terlihat kurang dari 2 cm dan ketika itu pada satu sisi dan tidak melibatkan pangkal lidah.

Terapi radiasi

Terapi radiasi atau radioterapi diperlukan ketika kanker lidah sudah sampai pada pangkal lidah atau belakang lidah. Terapi ini menggunakan radiasi untuk membunuh sel kanker dan membuat tumor menyusut.

Kemoterapi

Kemoterapi yaitu menggunakan obat obat kanker lidah, seringkali dikombinasikan dengan terapi radiasi agar hasilnya lebih bagus. Kemoterapi menggunakan obat anti kanker untuk menghancurkan sel-sel kanker di seluruh tubuh. Ini mungkin menjadi pilihan jika kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya dan pada kanker lidah yang sudah menyebar (metastase) jauh. Obat kanker lidah kemoterapi yang berbeda dapat dikombinasikan untuk menyerang sel-sel kanker pada berbagai tahap siklus pertumbuhan dan mengurangi kemungkinan resistensi obat.

Demikianlah artikel tentang kanker lidah di atas berikut, apakah kamu sudah memahaminya? Pada intinya adalah selalu menjaga kesehatan agar terhindar dari berbagai penyakit. Semoga artikel ini dapat bermanfaat ya…