Wednesday, 23 May 2018
health

Benarkah Mimisan Menandakan Adanya Kanker Di Dalam Tubuh? Yuk, Simak Ulasannya

Pernahkah kamu mengalami mimisan? Mimisan mungkin bukanlah hal yang asing lagi, tetapi jika kamu tiba-tiba mengalaminya tentu akan panik juga. Ya, mimisan adalah keluarnya darah dari hidung. Siapa pun akan panik jika melihat darah keluar dari hidung. Akan tetapi, apakah kamu tahu apa yang sebenarnya menyebabkan mimisan? Nah dalam artikel ini akan dijelaskan agar semuanya tahu. Yuk, simak aja langsung.

Penjelasan Mengenai Mimisan

Mimisan merupakan suatu keadaan di mana darah keluar dari hidung yang biasanya disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah yang letaknya berada pada bagian naso faring. Mimisan sendiri pada umumnya hanya terjadi dalam beberapa menit saja dan tidak terlalu sering terjadi. Namun ada beberapa kasus, di mana mimisan dapat terjadi dalam jangka waktu dan frekuensi yang lama dan banyak.

Ada beberapa kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami mimisan, yaitu anak-anak berusia 2 hingga 10 tahun, lansia, ibu hamil, orang yang sering mengonsumsi obat pengencer darah (seperti aspirin) dan obat antikoagulan serta pengidap kelainan darah seperti hemofilia.

Kondisi ini cenderung menakutkan dan menyebabkan kepanikan, khususnya jika terjadi pada anak-anak atau lansia. Perlu diketahui bahwa mimisan atau epistaksis merupakan kondisi yang umum terjadi dan biasanya tidak mengancam jiwa.

Karena dialami oleh hampir semua orang, mimisan sering kali dianggap sebagai hal yang wajar. Faktanya, mimisan bisa terjadi secara spontan pada 80-90 persen orang sehat. Meski umumnya tidak membahayakan, namun jika mimisan yang parah dan terlalu sering harus diwaspadai. Beberapa penyakit serius seperti tekanan darah tinggi, penggumpalan darah, stroke dan kanker sering ditandai dengan gejala perdarahan pada hidung.

Terkadang kita merasa malu apabila darah mimisan keluar saat kamu sedang berada ditempat umum. Namun sebenarnya tak perlu khawatir atau malu, kamu hanya perlu duduk atau berdiri tegak dan usahakan untuk tidak berbaring agar posisi hidung tetap berada di atas supaya darah dari mimisan tidak keluar.

Gejala-gejala Mimisan Yang Perlu Diwaspadai

 

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Meski demikian, kamu tetap perlu berhati-hati karena mimisan mungkin saja mengindikasikan adanya penyakit-penyakit tertentu. Nah berikut ini indikasi dan mimisan yang sebaiknya diwaspadai meliputi:

  • Mimisan yang berlangsung lebih dari 30 menit. Jika mengalaminya, kamu sebaiknya segera ke rumah sakit.
  • Mimisan yang terjadi pada anak-anak berusia di bawah 2 tahun.
  • Mimisan dengan volume darah yang banyak.
  • Mimisan yang terjadi setelah operasi di daerah hidung atau sinus.
  • Sering mimisan dalam waktu singkat.
  • Detak jantung yang tidak beraturan.
  • Kesulitan bernapas.
  • Apabila kamu sedang mengonsumsi obat pengencer darah seperti aspirin atau warfarin.
  • Muntah darah karena menelan banyak darah.
  • Demam atau mengalami ruam.
  • Mimisan yang terjadi setelah kamu mengalami cedera.
  • Kulit berubah pucat.
  • Mimisan yang disertai pendarahan dari bagian lain tubuh, misalnya pada urine.

Beberapa hal yang memicu terjadinya mimisan

Kebanyakan penyakit yang datang mengganggu kekebalan tubuh manusia, biasanya datang dikarenakan suatu sebab . Dan berikut ini adalah beberapa hal yang memicu terjadinya mimisan.

  • Cuaca panas

Pada saat cuaca panas, maka kelembapan menjadi berkurang dan pada akhirnya area hidung mengering. Area hidung yang mengering dapat memicu terjadinya mimisan, hal ini karena akan terjadi iritasi pada area hidung tersebut dan pada akhirnya pendarahan keluar.

  • Alergi

Salah satu faktor penyebab mimisan yang dialami oleh seseorang karena bentuk reaksi alergi terhadap sesuatu sehingga dapat menyebabkan pembuluh kapiler menjadi terbuka dan pada akhirnya dapat mengeluarkan darah dari lubang hidung.

  • Konsumsi obat tertentu

Mimisan juga bisa terjadi pada mereka yang sedang dalam proses penyembuhan dengan mengkonsumsi obat-obatan tertentu seperti antikoagulan seperti aspirin. Jika epistaksis (mimisan)sampai terjadi pada pasien yang mengkonsumsi antikoagulan, pasien hipertensi atau pasien yang memiliki kelainan pada pembekuan darah, maka mimisan bisa berlangsung cukup lama hingga 20 menit.

  • Gangguan hormonal

Mimisan atau episteksis ini bisa juga terjadi pada wanita hamil atau mereka yang telah memasuki masa menopause karena pengaruh perubahan hormonal.

  • Trauma

Penyebab mimisan dapat terjadi karena trauma ringan seperti mengorek hidung, benturan ringan, bersin, mengeluarkan ingus yang terlalu keras atau akibat trauma lebih hebat seperti terkena pukulan, jatuh atau kecelakaan. Selain itu dapat terjadi akibat terdapat adanya benda asing tajam atau trauma karena pembedahan.

Jenis – Jenis Kanker Yang Menyebabkan Sering Mimisan

Mungkin sejumlah orang yang memandang mimisan adalah hal yang biasa, sebab mimisan tidak memerlukan sebuah perawatan yang khusus. Akan tetapi, kamu harus mengetahui ternyata mimisan bisa menandakan bahwa adanya kanker di dalam tubuh dan mimisan sendiri merupakan fenomena pada jenis kanker tertentu seperti di bawah ini:

  • Leukimia

Mungkin sudah tidak sedikit yang mengenal penyakit yang satu ini, penyakit itu termasuk di antara jenis kanker yang menyerang sel darah dalam tubuh, yakni sel darah putih. Semua penderita leukimia bakal sering merasakan pendarahan pada luka dan darah yang terbit sulit membeku sebab sel – sel yang membekukan darah tidak dapat untuk membekukan darah, penderita leukimia akan merasakan sering memar pada tubuhnya.

Leukimia paling berbahaya karena saat penderita merasakan luka yang mengeluarkan darah, darah itu tidak akan gampang untuk membeku dan bakal terus keluar maka dari tersebut para penderita leukimia tidak jarang kehabisan darah saat mengalami kemalangan yang menyebabkan kematian pada penderitanya. Penderita Leukimia pun akan sering merasakan mimisan dan saat mimisan akan susah untuk dihentikan. Meskipun darah yang terbit tidak terlampau banyak, tetapi hal tersebut lumayan berbahaya.

  • Karsinoma nasofaring

Karsinoma nasofaring adalah kanker yang terjadi pada nasofaring, terletak di bagian atas faring (tenggorokan), di belakang hidung. Karsinoma sel skuamosa atau squamous cell carcinoma (SCC) adalah jenis kanker yang paling umum di daerah ini. SCC timbul dari jaringan lapisan hidung.

Mimisan berulang adalah gejala umum dari karsinoma nasofaring. Kanker ini tak hanya menyebabkan mimisan, tapi juga menyebabkan ingus yang keluar selalu mengandung bercak darah. Mimisan karena karsinoma nasofaring terjadi pada salah satu sisi hidung dan biasanya tidak menyebabkan perdarahan berat.

Sulit untuk mendeteksi karsinoma nasofaring pada tahap awal. Hal ini dikarenakan nasofaring tidak mudah dikenali dan gejalanya mirip dengan kondisi lain yang umum terjadi. Kanker ini bisa menyebar ke bagian lain melalui jaringan, sistem limfa dan aliran darah dan ke bagian tulang, paru-paru dan hati (liver).

  • Limfoma

Limfoma berkembang pada limfosit (tipe sel darah putih) yang melawan infeksi. Limfosit yang abnormal dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh kamu. Hal ini akan mengurangi ketahanan terhadap faktor berbahaya dari luar. Penyakit hodgkin limfoma dan non-hodgkin limfoma (NHL) adalah dua jenis utama limfoma.

Karena kelenjar getah bening dan jaringan limfatik lainnya terjadi di seluruh tubuh, limfoma dapat muncul di hampir semua bagian tubuh termasuk hidung atau sinus (bagian rongga hidung yang berisi udara di belakang tulang wajah). Pertumbuhan jaringan limfoid di hidung atau sinus dapat mengikis bagian dalam pembuluh darah dan menyebabkan mimisan.

Cara Mengatasinya

Terkadang mimisan merupakan gejala penyakit, tapi mimisan sangat jarang mengancam nyawa terutama pada orang dewasa. Ada beberapa cara mengatasi mimisan secara alami seperti berikut ini:

  • Kompres es

Siapkan es batu dan bungkus dengan kain lembut. Jangan pernah menempelkan es batu langsung pada hidung karena hal tersebut berisiko menyebabkan kerusakan jaringan. Setelah es batu dibungkus kain, kompres pada bagian luar hidung kamu selama beberapa menit. Seperti air garam, es yang dingin juga mampu menghentikan perdarahan dengan cara menyempitkan pembuluh darah kamu pada bagian hidung.

  • Daun sirih

Daun sirih ini sudah dikenal sejak turun temurun. Cuci bersih 1 lembar daun sirih muda, lalu remas-remas. Kemudian gunakan remasan daun sirih sebagai kompres di hidung atau sebagai penyumbat hidung mimisan.

  • Akar teratai

Sediakan akar teratai 200 gram, haluskan lalu peras airnya. Kemudian perasan akar teratai diteteskan ke hidung yang terkenan mimisan.

  • Bawang merah

Tak disangka-sangka, bawang merah bisa jadi penyelamat kamu ketika mimisan. Senyawa belerang yang terdapat dalam bawang merah mampu membantu pembekuan darah secara alami, hal ini bisa meredakan perdarahan pada hidung. Selain itu, bawang merah juga kaya akan vitamin C dan zat bioflavonoid yang berfungsi untuk memperkuat pembuluh darah kapiler.

Ini tentu berguna untuk menghentikan perdarahan akibat pembuluh darah yang pecah. Sebagai obat mimisan, kamu hanya perlu menghirup aroma bawang merah. Potong bawang tipis-tipis dan tempelkan irisan bawang di bawah hidung kamu. Hirup aromanya selama beberapa menit untuk meredakan perdarahan.

  • Air garam

Mimisan bisa disebabkan oleh berbagai hal, beberapa di antaranya adalah udara yang terlalu dingin dan kering. Untuk itu, kamu membutuhkan air garam untuk meredakan perdarahan akibat udara dingin dan kering. Air garam akan membantu melembapkan lapisan dalam hidung dan mengurangi iritasi pada selaput hidung.

Garam juga ampuh untuk mempersempit aliran pembuluh darah di hidung sehingga perdarahan akan terhenti. Untuk mengobati mimisan dengan air garam, larutkan garam dalam air hangat. Setelah itu, basahi kapas dengan air garam tersebut. Sambil sedikit mendongakkan kepala kamu, teteskan air garam secukupnya dari kapas melalui lubang hidung.

  • Kangkung segar

Sediakan 25 gram kangkung segar dan air secukupnya, kemudian masukkan ke dalam blender. Jus kangkung dapat diminum secara teratur untuk mengatasi mimisan yang sering dialami.

  • Rambut jagung

Ambil 50 gram rambut jagung, kemudian rebus bersama 400 cc air. Biarkan airnya mendidih dan tersisa setengahnya. Setelah itu, airnya disaring. Minumlah airnya selagi hangat.

  • Daun ketumbar

Selain untuk memasak, daun ketumbar ternyata bisa jadi salah satu obat mimisan alami yang aman tapi manjur. Ketumbar dikenal sebagai salah satu bahan yang bisa membantu menghentikan perdarahan dan menyeimbangkan tekanan darah. Untuk mengatasi mimisan di rumah, lumatkan daun ketumbar dalam blender atau dengan cobek sampai halus. Kemudian oleskan ketumbar yang sudah dihaluskan tersebut pada bagian dalam hidung kamu.

  • Akar Alang-Alang

Sediakan 60 gram akar alang-alang, kemudian direbus bersama 400 cc air sampai mendidih. Biarkan airnya menyusut hingga setengahnya, minum airnya selagi hangat.

  • Perasan jeruk lemon

Jeruk lemon memiliki segudang khasiat yang baik untuk kesehatan, tak terkecuali untuk hidung yang mimisan. Lemon yang kadar keasamannya tinggi mampu menghentikan perdarahan. Sementara itu, kandungan vitamin C-nya baik untuk memperkuat pembuluh darah yang rusak di dalam hidung kamu. Peras lemon secukupnya dan teteskan satu atau dua tetes perasan lemon ke dalam hidung yang mimisan. Mimisan pun akan berhenti dalam waktu beberapa menit.

Ya demikianlah ulasan tentang mimisan di atas tersebut ya, semoga dengan adanya artikel ini dapat memberikan informasi yang terbaik untuk semua para pembaca. Semoga bermanfaat…