Thursday, 20 September 2018
health

Benarkah Mengangkat Beban Berat Menyebabkan Rahim Turun? Berikut Penjelasannya

“Jangan angkat yang berat-berat nanti rahim kalian turun”, kalian pasti pernah mendengar kata-kata tersebut bukan? Apalagi untuk perempuan, pasti para ibu sering bilang seperti itu. Namun, apakah kalian pernah berpikir bahwa itu memang benar atau hanya mitos belaka? Nah untuk itu, dalam artikel ini kita akan membahas seputar rahim turun. Yuk,ikuti terus ya artikel ini.

Penjelasan Mengenai Rahim

Sebelum membahas lebih jauh, alangkah baiknya kita membahas sedikit tentang pengertian rahim. Rahim atau yang juga kita kenal dengan sebutan uterus adalah organ kompleks yang merupakan bagian dari sistem reproduksi pada wanita.

Uterus manusia terletak di bawah pusat, tepatnya di daerah pinggul. Biasanya panjang uterus adalah sekitar 7 – 7,5 cm, lebar 5 cm dan tebal 2,5 cm. Dinding uterus tebalnya sekitar 1,25 cm dan berat uterus biasanya sekitar 60 gram. Fungsi utama dari uterus adalah sebagai tempat hidup dan tumbuhnya janin sebelum dilahirkan.

Sedangkan rahim turun atau turun peranakan yang juga disebut sebagai Prolapsus uteri adalah kondisi dimana rahim pengalami penurunan dari letak normalnya di rongga panggul. Rahim turun mencapai rongga vagina bahkan hingga keluar tubuh.

Biasanya rahim berada di atas vagina, ditahan oleh otot dan ligamen. Ketika peranakan turun, otot dan ligamen membentang dan menjadi lemah dalam menahan rahim dengan baik. Rahim jatuh perlahan dan bergerak keluar dari posisi normal, keluar ke dalam vagina.

Tanda-tanda rahim turun:

  • Rasa penuh di perut bawah/panggul
  • Rasa ada yang turun dari dalam perut
  • Seperti menduduki bola kecil
  • Gangguan BAK (urin tak tertahan/sulit keluar)
  • Gangguan (buang air besar) BAB
  • Nyeri ketika berhubungan seksual
  • Nyeri pinggang bawah
  • Terasa/teraba ada daging yang keluar dari vagina
  • Kesulitan ketika berjalan
  • Pendarahan vagina

Secara umum, rahim turun disebabkan oleh lemahnya otot-otot dan ligamen-ligamen di dasar panggul, tempat rahim menggantung. Akan tetapi, ada beberapa faktor juga yang menyebabkan rahim turun seperti yang akan disebutkan di bawah ini:

  • Faktor Usia

Seiring bertambahnya usia seseorang, tentunya semakin besar pula risiko kesehatan yang dialami oleh wanita tersebut. Terlebih kondisi ini terjadi pada wanita yang akan ataupun sudah memasuki fase menopause. Dalam hal ini, proses penuaan alami juga dapat menyebabkan produksi hormon estrogen menjadi menurun.

Hormon inilah yang memang berperan aktif dalam menjaga otot panggul tetap rileks dan juga kuat. Rahim turun jarang ditemui di perempuan usia produktif. Bahkan bila kasusnya dianggap ringan, sangat dimungkinkan untuk mengandung kembali.

  • Tumor perut

Sangat disarankan untuk mengangkat tumor perut yang menjadi penyebab rahim turun ini sebelum menangani rahimnya.

  • Melahirkan normal berkali-kali

Semakin sering hamil terutama melahirkan dengan cara normal bisa meningkatkan lemahnya otot penyangga rahim. Faktor melahirkan ini merupakan faktor rahim turun paling dominan. Apalagi melahirkan bayi ukuran besar dan hal itu bisa menyebabkan otot penyangga rahim menjadi lemah.

Tak hanya itu, sulit melahirkan (harus mengejan kuat atau perlu dibantu vaccum) juga menjadi salah satu penyebabnya. Alat bantu vaccum digunakan untuk memudahkan proses keluar bayi dari rahim karena ada sebab tertentu yang menyebabkan bayi sulit keluar. Sayangnya, alat vaccum ini juga bisa mengganggu kekuatan otot-otot rahim. Berdasarkan penelitian, ada 50% wanit yang melahirkan normal mengalami rahim turun semasa hidupnya.

  • Proses melahirkan yang lama

Proses melahirkan yang berlangsung lebih dari 24 jam juga menjadi penyebabnya rahim turun. Saat proses melahirkan, otot-otot penyangga rahim membuka dan melemah, akibatnya jika proses ini terlalu lama akan mengakibatkan elastisitas otot berkurang dan semakin sulit untuk kembali normal.

Seperti yang sudah sedikit dijelaskan di atas tadi bahwa turun peranakan atau rahim turun disebabkan oleh otot-otot panggul yang melemah untuk menahan posisi rahim. Lalu apa yang menyebabkan melemahnya otot panggul? Berikut ini jawabannya:

  • Sistokel adalah turunnya kandung kemih mengarah ke vagina sehingga menyebabkan lubang vagina tampak menonjol. Kondisi ini dapat membuat wanita sulit menahan buang air kecil, sering buang air kecil ataupun tertahannya kencing di kandung kemih.
  • Enterokel adalah turunnya sebagian area usus halus sehingga menekan vagina dan membentuk tonjolan mengarah ke luar vagina. Anda dapat mengalami sakit punggung pada saat berdiri bila mengalami enterokel. Namun rasa sakit tersebut hilang ketika Anda dalam posisi berbaring.
  • Rektokel adalah penonjolan ke dalam lubang vagina bagian belakang-bawah oleh karena adanya herniasi rektum. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan ketika buang air besar.

Bagaimana kalau turun peranakan saat hamil? Turun peranakan saat hamil itu jarang terjadi. Meski begitu, kondisi ini bisa menimbulkan berbagai gangguan yang membahayakan bagi kesehatan janin maupun ibu. Gangguan tersebut yaitu:

  • Infeksi leher rahim
  • Keguguran
  • Kelahiran prematur
  • Infeksi saluran kencing pada ibu

Apakah Rahim Yang Turun Bisa Dinaikkan?

Untuk kaum wanita jangan pernah sesekali menganggap remeh ketika merasakan tanda-tanda tidak sehat pada rahim. Para wanita harus lebih selektif lagi dalam menjaga kesehatan rahim agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Nah jika rahim sudah turun, namun masih belum ke tahap yang lebih parah, kamu bisa mengembalikannya ke kondisi semula.

Biasanya tindakan operasi menjadi alternatif pengobatan turun peranakan. Pembedahan akan dilakukan di perut untuk menarik rahim ke posisi semula di atas vagina dan memperkuat jaringan penyangga rahim. Untuk satu kali operasi, kamu diharuskan mengeluarkan banyak biaya kisaran puluhan juta rupiah serta efek samping yang harus dirasakan pasca operasi.

Jika tak ingin mengambil risiko karena operasi, kamu bisa melakukan pemijatan. Apabila kamu ingin melakukan terapi pijat pastikan kamu melakukan hal-hal di bawah ini terlebih dahulu:

  • Hindari menggunakan pijat sebagai pengganti pengobatan medis
  • Beritahukan pada therapis bila kamu sedang hamil atau mengidap penyakit tertentu
  • Tanyakan sertifikat apa saja yang dimiliki therapis dan jaminan atas efek samping pijat
  • Apabila pijatan terlalu keras, beritahukan pada therapis
  • Beritahukan pada therapis bila kamu alergi terhadap zat-zat tertentu

Pijat atau mengurut bagian perut bawah secara umum dilakukan oleh dukun beranak. Namun, hal tersebut belum dibuktikan secara ilmiah di dalam dunia kedokteran. Pada otot-otot yang melemah pada area panggul tentunya tidak akan kembali kuat lagi, hanya menghilangkan rasa pegal dan juga nyeri untuk sementara.

Pijat memang tidak terlalu berpengaruh untuk menyembuhkan peranakan turun. Namun pijat juga memiliki banyak manfaat seperti meringankan nyeri kepala, nyeri sendi, kekakuan otot, gangguan pencernaan dan relaksasi pada penyakit tertentu, asalkan dilakukan oleh therapis profesional. Bila pijat dilakukan bukan oleh therapis profesional, pijat dapat berisiko sebagai berikut:

  • Gangguan saraf
  • Perdarahan dalam
  • Kelumpuhan sementara
  • Alergi pada minyak atau lotion yang dioleskan di kulit

Ada hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengurutan pada orang yang mengalami turun peranakan karena akan menyebabkan cedera ataupun trauma pada wanita tersebut. Apalagi bila ini dilakukan pada wanita yang sedang hamil, maka risiko yang bisa terjadi adalah terpisahnya Plasenta dari dinding rahim.

Namun banyak juga penderita penyakit ini enggan untuk melakukannya karena selain memerlukan biaya yang sangat banyak juga menimbulkan efek samping serta tidak menutup kemungkinan penyakit akan kambuh lagi.

Kamu bisa menggunakan ramuan tradisional atau jamu untuk membantu kamu dalam menjaga rahim agar tetap sehat (normal). Selain menggunakan ramuan untuk menstabilkan posisi rahim, kamu juga beberapa kali melakukan senam kesehatan. Buat latihan kagel seperti “kamu berbaring tetapi kaki dan punggung sandarkan ke dinding, angkat punggung beberapa kali”. Itu akan baik dilakukan untuk melancarkan darah dan mengisutkan rahim yang kembang.

Ada juga beberapa prosedur pengobatan lain yang dapat kamu jalani dengan mudah dan juga sesuai untuk membantu menaikkan rahim seperti berikut ini:

  • Perbanyak istirahat

Bekerja terlalu berat akan membuat keadaan kandungan turun semakin parah maka cobalah untuk mengatur jadwal kegiatan kamu di rumah semisal memberikan jarak rentang waktu dari mencuci baju, memasak dan menyetrika selama satu jam sehingga kamu memperoleh cukup waktu untuk beristirahat

  • Penurunan berat badan

Penurunan berat badan di sini tentunya dapat kamu lakukan dengan cara berolahraga dan juga melakukan aktivitas yang cukup menguras keringat seperti olahraga kardio dan juga aktivitas lainnya. Jika kamu sudah melakukan kedua aktivitas tersebut tentunya memang sangat penting bagi kamu dimana kamu dapat menurunkan berat badan sesuai dengan cara yang benar.

  • Penggunaan pessarium

Untuk memperkuat otot di daerah panggul tentunya kamu dapat menggunakan pessarium yaitu sebuah alat yang digunakan untuk mendorong rahim ke dalam serta dapat menjaganya menjadi lebih stabil lagi.

  • Terapi pengganti esterogen

Dalam hal ini terapi pengganti esterogen yakni suatu terapi ataupun pengobatan tertentu dimana seorang wanita mengonsumsi vitamin dan juga kalsium untuk meningkatkan kadar hormon esterogen di dalam tubuh. Terapi ini tentunya bertujuan untuk menambah kadar hormon esterogen yang ada di dalam tubuh wanita untuk memperkuat jaringan pada bagian vagina.

Benarkah Mengangkat Beban Berat Akan Menyebabkan Rahim Turun?

Selama ini ada mitos berkembang di masyarakat yang mengatakan bahwa perempuan tidak boleh mengangkat beban berat. Dan jika hal itu dilakukan, maka rahim bisa turun, geser atau sulit hamil. Dan kebanyakan orang mempercayai hal tersebut.

Dr. Yassin Yanuar, MIB, SpOG berkata bahwa itu adalah mitos. “Aktivitas fisik (bagi perempuan) dapat menimbulkan rahim geser atau tidak? Jawabannya tidak,” kata Yassin. Dia menjelaskan bahwa aktivitas fisik tersebut tidak berarti menyebabkan rahim geser atau rahim turun.

Tidak selalu perempuan yang melakukan aktivitas fisik seperti itu ( angkat beban berat) akan membuat rahimnya lemah. Tapi memang ada faktor risiko mengalami prolaps rahim atau organ kandungannya merosot karena lemah. Salah satu faktor risikonya adalah angkat berat.

Kondisi peranakan turun ini sangatlah mengganggu dengan gejala yang ditimbulkannya dan apabila terlambat ditangani bisa menyebabkan wanita kehilangan rahim selamanya karena harus diangkat. Untuk itu penting sekali untuk kaum wanita melakukan diagnosis lebih awal untuk penanganan yang lebih cepat dan tepat sebelum semuanya terlanjur.

Demikianlah kurang lebih ulasan di atas tersebut, semoga dapat dipahami dan bermanfaat untuk semua para pembaca. Sampai sini dulu pertemuan kita dan sampai jumpa lagi di artikel berikutnya, see you bye bye…