Monday, 23 October 2017
animal

“Tomcat”, Si Kecil Yang Racunnya Mengalahkan Ular Cobra

Guys, ada yang tau gak sih dari mana hewan kecil si Tomcat itu berasal? Atau kamu sama sekali belum pernah tau apa itu Tomcat? Katanya sih bisa buat orang meninggal, bener gak sih? Nah untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas lagi, yuk kita simak sama-sama artikel ini.

Apa Itu Tomcat?

Tomcat adalah serangga kecil yang sebenarnya tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, hanya saja kebanyakan orang tau dengan berbagai nama misalnya semut semai, semut kayap, Charlie, kumbang rove atau memiliki nama khas dari berbagai bahasa di tiap masing-masing daerah. Serangga yang mirip seperti kumbang ini memiliki ‘bisa’ yang membuat gangguan hebat pada kulit.

Serangga yang memiliki ukuran 7-10 mm dan lebar 0,5 hingga 1,0 mm ini memiliki bagian kepala berwarna hitam, sayap berwarna birucampur hitam dan itu hanya menutupi bagian depan tubuh, sedangkan bagian toraks berwarna oranye atau merah. Warna tersebut merupakan sinyal untuk musuh-musuhnya kalau serangga ini mempunyai benteng pertahanan yang efeknya seperti racun.

Serangga kecil berjenis Paederus fuscipes ini berkembang biak di dalam tanah, di tempat-tempat yang lembab seperti di galangan sawah, tepi sungai, daerah berawa dan hutan. Telurnya diletakkan di dalam tanah, begitu pula larva dan pupanya hidup dalam tanah. Setelah dewasa barulah serangga ini keluar dari dalam tanah dan hidup pada tajuk tanaman. Siklus hidup hewan ini dari sejak telur diletakan hingga menjadi serangga dewasa sekitar 18 hari dengan perincian stadium telur 4 hari, larva 9 hari dan pupa 5 hari. Kumbang ini bisa hidup hingga 3 bulan dan seekor kumbang betina dapat meletakan telur sebanyak 100 butir telur.

Hewan ini juga tergolong serangga predator yang memakan serangga lain. Serangga yang mirip seperti kumbang ini banyak dijumpai di sawah dan merupakan musuh alami dari hama-hama padi. Tomcat sebenarnya adalah serangga yang baik, sebab menguntungkan bagi petani karena merupakan predator alami bagi hama wereng. Jadi para petani agak sedikit terbantu dengan keberadaan Tomcat ini.

Memiliki Racun Yang Bisa Mematikan

Jangan salah dengan penampilan tubuhnya yang kecil karena dibalik itu semua, hewan ini memiliki racun yang mematikan. Ciri khas dari tomcat adalah kemampuannya dalam memproduksi sebuah toksin yang bernama paederin. Toksin paederin ini pada waktu lampau digunakan sebagai obat untuk menghilangkan kutil. Nah kalau toksin ini sampai terkena kulit, maka akan menyebabkan luka seperti terkena penyakit herpes.

Toksin atau racun yang dihasilkan oleh serangga tomcat memiliki kekuatan 17 kali lebih kuat dari pada racun atau bisa yang dihasilkan oleh seekor ular cobra bahkan racun ini bisa bertahan sampai delapan tahun lamanya setelah serangga tomcat tersebut mati. Nah bayangin aja kalau ular cobra pun terkalahkan, itu berarti si kecil ini memang luar biasa.

Tapi, tenang aja guys dan tidak perlu takut terhadap serangan serangga tomcat, meskipun memiliki racun yang 17 kali lebih kuat daripada racun cobra, racun yang dikeluarkan oleh tomcat ini hanya akan menyerang bagian kulit saja sehingga menyebabkan kulit seperti terbakar dan mengeluarkan air. Berbeda dengan racun cobra yang langsung menyerang titik syaraf pusat sehingga bisa berakibat fatal.

Hewan ini sangat suka sekali dengan cahaya terang, maka dari itu alangkah baiknya ketika mau tidur, semua lampu dimatikan saja. Namun lebih aktif di siang hari untuk memangsa hama wereng. Serangga ini juga biasa hidup di daerah tanaman jagung, tebu ataupun kedelai.

Selain menggigit, hewan ini juga sering mengeluarkan cairan ketika bersentuhan dengan kulit manusia. Cairan tersebut merupakan racun yang dapat menyebabkan luka lebam bahkan melepuh. Serangga tersebut pun suka meninggalkan cairan tersebut di handuk, seprei serta baju. Hati-hatilah sebelum mengenakan pakaian dan jangan remehkan cairan aneh yang kamu jumpai di tempat tersebut.

Cara mengobati ketika tergigit Tomcat

Ketika tersengat Tomcat, jangan langsung panik karena mengingat racunnya yang berbahaya. Karena tidak seperti ular, racun ini tidak akan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kamu bisa melakukan hal di bawah ini:

  • Segera cuci daerah tubuh atau kulit yang terkena menggunakan sabun dan air
  • Tidak menggaruk bagian gigitan
  • Gunakan antiseptik yang dicampur dengan krim steroid dosis rendah misalnya “Fucicort” guna mengurangi perih di bagian yang terkena racun tomcat
  • Gunakan salep
  • Jangan biarkan luka yang masih basah di bawah sinar matahari, karena dapat menimbulkan bekas hitam sulit untuk dihilangkan
  • Jika ada tanda infeksi seperti merah, bernanah, nyeri, kamu harus langsung oleskan krim antibiotik misalnya gentamicin krim

Ya demikianlah kurang lebih penjelasan tetntang Tomcat di atas, sungguh membahayakan meskipun bertubuh kecil. Maka dari itu, kamu harus berhati-hati terhadap serangga ini. Semoga dengan penjelasan di atas, kamu bisa waspada dengan hewan ini dan lakukan pertolongan pertama seperti yang udah disebutkan di atas. Semoga bermanfaat…